Cari Blog Ini

Jumat, 06 Desember 2019

Terbaik dari Allah

Banyak bersyukur saja,,
dengan begitu segalanya akan menjadi lapang..
Banyak menolong saja..
dengan begitu segalanya akan dimudahkan..

kita tak pernah tau..
seperti apa nasib kita di masa depan..
masa depan selalu diliputi misteri dan masa lalu hanyalah kenangan lalu..

Allah tak pernah tidur..
Dia melihat segalanya,,
yang sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan..

Tak usahlah risau kawan..
segalanya telah tertulis,,
semuanya..
jangan ragukan itu,,
karna keraguanmu hanya akan menjauhkanmu dari-Nya..

Sekarang, berdirilah..
tegapkan langkahmu..
songsong masa depan dengan segala prasangka baikmu..
dan Ingatlah,,
rencana Allah SWT jauh lebih indah!!

Kamis, 28 November 2019

Ruang tunggu

Tok tok tok, 
Tok tok tok
Dini hari tadi pintu rumahku diketuk. Tak biasanya pikirku, jarum jam menunjukkan pukul 04.00 WITA. Tak lama, kutahu maksud kedatangan seorang tamu di jam tsb. Beliau memberi kabar bahwa tetangga yg hanya berjarak 2 rumah dariku telah meninggal dunia malam tadi. Padahal kemarin sore dia baru mampir ke rumah membeli sebuah air minum galon. Dan pagi ini sudah kudengar bahwa dia telah meninggal. Kabarnya, beliau meninggal karena sakit asam lambung. 
Kemarin terlihat sehat dan hari ini sudah terbujur kaku di rumah sakit terdekat.    
                                     *****
Berkaca dari kisah itu, menyadarkanku jika hidup itu tak pasti. Bolehlah kita rencanakan semuanya dengan sedemikan matang tapi tetaplah Allah jua yg memutuskan. Terkadang kita hanya meremehkan hal2 kecil yg terjadi di sekitar kita namun kita lupa bahwa hidup itu akan berakhir kapanpun dan dimanapun. Allah SWT pun sudah berfirman dlm surat Al-Ankabut ayat 57 yg berbunyi "Tiap-tiap yg berjiwa pasti merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan". Sudah tertulis dengan gamblang bahwasanya kita semua akan merasakan mati. Hanya saja kematian itu adalah sebuah misteri. 

Kematian itu sebuah pemutus segala kenikmatan duniawi. Kapan, dimana bahkan saat bersama siapa kematian akan tetap menjumpai kita. Ibaratnya seperti kita yg sedang menunggu di ruang tunggu. Setiap hari kita akan melewati ruang tunggu dan tdk akan tahu berakhir dimana saat bersama siapa hingga dlm keadaan apa nantinya. Setiap pagi kalian akan terbangun di pagi hari bersiap menjemput rezeki dengan berjalan menuju stasiun dan menunggu. Menunggulah kita di ruang tunggu. Entah kereta jurusan apa yg akan membawa kita, bisa jadi kereta kematian atau malah kereta sebaliknya. 

Jika mati saja tak mengenal apapun maka tugas kita adalah beribadah sebaik2nya. Kumpulkanlah segala kebaikan yg bisa kita jadikan bekal nantinya. Dunia ibarat ruang tunggu yg akan melenakan atau malah.. 

Jumat, 23 Agustus 2019

Meneladani kisah sang khalillullah..


Tahukah kalian, siapa nabi yg mendapat julukan khalillullah?? Iyaa benar, beliau adalah Nabi Ibrahim. Khalillullah sendiri memiliki makna sebagai kekasih Allah SWT. Mendapat julukan abu anbiya atau bapak nabi, karena dari keturunan beliaulah terdapat 13 keturunannya yg menjadi nabi. Beliau merupakan sosok yang selalu mengutamakan Allah dlm setiap kondisi, seperti saat beliau mendapat perintah Allah SWT utk  menyembelih putranya, Ismail as. 

Beliau sosok nabi yg sangat taat akan perintah Allah SWT, tak pernah sekalipun dalam suatu riwayat menolak suatu perintah yg datangnya dari Allah SWT. Bahkan saat datang perintah Allah utk membawa siti hajar ke mekkah bersama Ismail pun tak pernah ditolak, bahkan beliau pun tidak menawar pada Allah SWT. Beliau percaya apapun yg diperintahkan Allah SWT pasti yg terbaik. 

Berbeda dengan kondisi saat ini, banyak sekali manusia yg masih menawar semua perintah dari Allah SWT. Salah satunya adalah Allah SWT memerintahkan kaum wanita utk memakai suatu kain utk menutupi auratnya, tapi tidak semua melakukan perintah tersebut bahkan ketika ditanya apa alasannya tdk memakai penutup aurat akan dijawab dengan lebih baik hijabin hatinya dulu sebelum pakai hijab. Itu masih contoh kecil yg terjadi di kalangan masyarakat saat ini, masih banyak tawar menawar lainnya yg sering dilakukan oleh manusia. 

Keutamaan beliau sehingga dianggap sebagai Khalillullah adalah 
  1. Tidak pernah menolak semua perintah Allah SWT. Beliau selalu percaya setiap manusia mempunyai ketetapan rizki masing-masing. 
  2. Selalu mengutamakan apapun perintah Allah SWT 
  3. Dermawan. 
Beliau selalu menganggap semua hartanya adalah titipan Allah SWT yg dipercayakan kepadanya bahkan suatu waktu malaikat Jibril pernah menguji nabi dengan menyamar sebagai manusia dan meminta ⅓ dari jumlah hewan ternak yg dimilikinya, dan nabi Ibrahim memberikannya dengan ikhlas. Beliau hanya mau makan bersama dengan fakir miskin, bahkan beliau pernah berjalan sejauh 5 mill hanya utk mencari seorang fakir miskin yg bisa membersamainya makan.    
      4.   Keikhlasan beliau saat menjalankan           perintah Allah SWT. Dicontohkan saat beliau mendapat perintah utk menyembelih puteranya, Ismail as dan tanpa ragu beliau melakukan hal tsb. Atas keikhlasannya, Allah SWT menggantikan putranya dengan seekor domba. 

Itu sebabnya, beliau mendapat julukan khalillullah. Semoga di hari raya Idul Adha ini kita bisa meneladani segala hal dari diri beliau, nabi Ibrahim As. Semoga kita semua menjadi pribadi yg semakin baik setiap harinya. Aamiiin ya robbal alamiin.. 



Sabtu, 02 Februari 2019

Kuliner Lombok

Setiap perjalanan ke suatu tempat pastilah mengundang kita untuk menguji selera kuliner kita. Apakah kita suka kulinernya? Seperti apa rasanya? Enakkah? Tak terkecuali bagi saya untuk menyempatkan kuliner dikota ini. Perjalanan kuliner dipastikan tak pernah luput dari plan perjalanan saya. Walau tidak semua kuliner sempat saya abadikan tapi insyaAllah rasa kuliner itu masih terasa di indera pengecap saya.
.
Berjalan menyeberangi selat yang harus ditempuh selama kurang lebih 4-5 jam dan ternyata saya menemukan kuliner yang tak jauh berbeda dengan tempat saya tinggal, yaitu nasi lowong. Namanya cukup unik, nasi lowong dan harganya pun harga masyarakat pada umumnya. Nasi ini sekilas mirip dengan nasi jinggo di Bali, sama2 berbungkus daun pisang. Untuk lauknya sendiri pun sama hanya saja nasi lowong bisa ditambah dengan beberuk. Beberuk sendiri potongan kecil terong yang bercampur dengan sambal. Walaupun cuma 5000 tapi nasi ini cukup mengenyangkan bagi manusia2 kelaparan di perjalanan.
Aah beruntungnya ku menemukanmu....
Nasi Lowong..
.
Kuliner berikutnya ga kalah seru loh. Kuliner ini namanya nasi balap puyung. Sesuai namanya ya, makan nasi ini serasa balapan. Iya balapan, balapan sama pedesnya makanan ini. Isinya makanan ini ada nasi, kedelai, sisit ayam sama sambel yang pedesnya juara. Buat saya yang penyuka pedas, recomended banget ini mah. Begitu kembali ke kota asal, saya bener2 kangen berat ama makanan ini. Walaupun makanannya sederhana tapi sensasinya itu loh, rrruuaar biasa banget. Buat yang travelling ke Lombok, musti banget coba ini yaa, biar makin penasaran rasanya saya kasih spoiler fotonya yaa..

Gimana keliatan enak kan? Pasti lah! Cobain gih rasanya.
Sebenernya ada 1 lagi kuliner yang sya makan cuman berhubung lapaaar jadi tak sempatlah mengabadikan momen makanan itu. Nanti searching saja di google yak. Oiyaa nama makanan ini adalah Sate Meranggi. Sate yang dibuat dari daging sapi ini enak banget gess, rasanya pedes manis gitu guys. Enak lah, recomended pisan.

Sabtu, 05 Januari 2019

Sepenggal cerita dari Sade Village.

Masih tentang cerita perjalanan kemarin. Setelah sekian hari perjalanan ini usai, baru kali ini saya akan menceritakannya dalam beberapa bagian ya.

Ini adalah kampung suku Sasak Ende yang lebih dikenal dengan sebutan Sade Village. Di kampung ini, kita akan menemukan banyak sekali wanita2nya yang sedang asyik menenun kain dan juga kapas. Tak hanya menenun, beberapa wanita pun sangat antusias menawarkan kain tenun yang sudah menjadi berbagai bentuk seperti kain sarung, syal, rompi, setelan bahkan dompet, gelang dan kopi. Sedangkan kaum pria mendominasi dengan kegiatan bertani dan di saat musim tertentu, mereka akan menjadi guide khusus di kampung mereka sendiri. Desa yang kudatangi ini terletak di Lombok Tengah, dan dihuni oleh sekitar 200 KK (jika tidak salah ingat ya).
.
Uniknya, banyak sekali tradisi yang baru sekali saya ketahui di tempat ini, salah satunya adalah Menenun kain. Disini, seorang wanita tidak bisa menikah sampai mereka "Lulus" dalam menenun kain. Dengan syarat seperti itu, kaum wanita disini sudah belajar menenun kain dari usia 9 tahun loh. Bisa dipastikan saat dewasa nanti, urusan tenun menenun sudah menjadi urusan kecil bagi mereka. Terus gimana dong sama saya? Saya memang belum bisa menenun kain dan sekaligus sebagai ajang pembuktian kalo saya pun "lulus" menenun kain ini. Jadilah saya minta untuk mencoba alat tenun ini, sebenarnya yah khawatir jika tenunan yang telah terrangkai sebelumnya menjadi tak layak karena sudah terkontaminasi dengan tangan saya tapi oleh si ibu disamping saya ditenangkan kalo rusakpun tidak apa2. Jadilah modal nekat, diminta duduk di situ ya saya duduk, diminta memegang alat lalu digerakkan secara cepat sehingga kain tenun akan bertumpuk dengan ikatan sebelumnya. Usut punya usut akhirnya saya keasyikan membuat kain ini tapi yah saya juga tahu diri kok utk tidak merusak ikatan tenun ibu tersebut. Dan aku salut sekali dengan tradisi mereka. Sebenarnya mereka mengajukan prasyarat seperti itu agar tradisi kampung mereka bisa tetap lestari, tak akan lekang oleh zaman.

Free 3 foto aku bareng temen2 yah