hari terakhir di tahun ini..
31 Desember 2014, penutup hari terakhir
dari sekian banyak hari-hari di tahun ini.
365 Hari sudah terlewati,
namun tak banyak resolusi yang tercapai..
Ada, namun hanya beberapa
Esok, sudah berganti tanggal bulan dan tahun
Tak banyak yang akan terukir dalam tahun yang baru..
Mungkin, hanya pencapaian resolusi-resolusi baru
Hari ini, ingin kumulai ..
kumulai untuk menuliskan resolusi-resolusiku..
baik yang tak tercapai di tahun kemarin,,
dan yang ingin kucapai di masa mendatang
tak banyak mungkin yang akan kutuliskan
mungkin hanya resolusi-resolusi kecil untuk mengingatnya
banyak impian yang ingin dituliskan
namun mungkinkah terwujud?
semua akan kupasrahkan pada-Mu Yang Kuasa..
Memulai lembaran baru di hari baru dan tahun baru
dan
Meninggalkan lembaran lama yang telah berakhir di hari dan tahun ini..
Keep Spirit, Fighting!!!
Cari Blog Ini
Selasa, 30 Desember 2014
Minggu, 21 Desember 2014
Malaikatku, siapakah kau??
Ghaisan Altamis, panggil seorang guru mengabsennya. Dia tak bergeming sedikitpun, bahkan sepertinya Dia tak mendengar suara-suara di sekelilingnya. Dia masih asyik memikirkan suatu hal dengan kepala kecilnya itu, hingga seorang kawannya menepuk pundaknya. Heh,, hanya satu kata itu yang terlontar dari mulut kecilnya dan setelah itu dia bungkam seribu bahasa. Tak ada yang tahu kehidupannya, entah itu guru, teman-teman sekelasnya bahkan Ayahnya pun tak tahu bagaimana hari-harinya dihabiskan. 15 tahun sudah, Dia menjalani kehidupan seperti itu, seakan-akan dirinya dihantui oleh rasa bersalah. Bahkan dirinyapun tak memahami rasa bersalah apa yang telah membuatnya terkungkung selama ini. Tak banyak yang mengenalnya, bahkan dia merasa tak mengenal dirinya. Semua yang dialaminya tersimpan dalam sudut hati terdalamnya.
#
Ghaisan, nama yang tak pernah kuketahui maknanya. Ingin ku menanyakannya pada Ayah, namun setiap ku ingin bicara, rasanya kata ini tersangkut di tenggorokanku. 15 tahun usiaku, namun terlihat memendam begitu banyak permasalahan. Ku berharap bisa menumpahkan segala unek-unek yang mencengkeram sudut hatinya. Entah dengan siapa kelak ku bisa berbagi, membagikan segala hal yang kurasakan selama ini. Sepertinya, diriku memang tak mempunyai satupun teman di sekolah ini. Aku merasa berteman dengan Ibu Ratna, guru kelasku yang sangat sabar dalam mengajari kami. Beliau tak pernah marah saat ada murid-muridnya yang ramai, yang pasti dilakukannya hanyalah tersenyum dan diam hingga kamipun menyadarinya dan berangsur terdiam. Ibu Ratna, diriku ini sangat berharap menghabiskan waktu yang ada denganmu saja, tidak dengan yang lainnya.
"Ghaisan", ku mendengar kau memanggil namaku. Akupun menoleh bu, karna ku tau bahwa kau yang memanggilku. Tak ingin diriku ini mengacuhkanmu bu, walaupun dirimu hanya memanggilku untuk mengabsenku. Ibu Ratna, bisakah kau lihat segala resah ini, yang membuatku tak sanggup mengatakannya pada siapapun, termasuk juga Ayahku. Ibu, diriku berharap kau dapat menolongku dengan tatapan mata teduhmu itu. Ingin rasanya diriku ini mempertanyakan segala hal yang tak kuketahui padamu, termasuk menanyakan arti namaku ini. Ku sadari aku tak berhak menanyakan makna namaku ini padamu, karna kau bukan Dia. Mungkin hanya itu satu-satunya harapanku mengetahui makna yang tersembunyi. Mungkin kau akan bertanya dimana Ayahku dan apa yang dilakukannya, dan akupun tak bisa menjawab itu Bu, semua kata itu tersembunyi di sudut hatiku. Yah, ini hanya khayalanku saja, bisa mengajakmu berbicara dan menumpahkan seluruh keluh kesah hati ini.
#
Lima bulan sudah kau mengajar di kelas kami bu, di kelas paling badung ini. Selama itu pula, aku mengikuti pelajaranmu dengan aktif, berharap kau melihatku. Namun yang terjadi, kau tak pernah melihatku bu, atau mungkin ini hanya perasaanku saja, entah ku tak mengerti. Saat ini akan ku kumpulkan segala keberanianku agar bisa berbincang serius denganmu. Mungkin dengan begitu, aku bisa bahagia. Tapi, manusia hanya pandai merencanakan saja, ynag memutuskan tetaplah Allah SWT.
Yah, hari itu saat ku memutuskan berbincang denganmu, kau memintaku datang menemuimu. Rupanya wali kelasku telah bercerita padamu. Kau memanggilku karena penasaran denganku, aku menyukainya bu saat kau bertanya-tanya tentang diriku. Entah karena merasa nyaman, ku tumpahkan segala keluh kesahku padamu, bahkan makna namaku ini. Kau mendengarkanku bu, setiap detail dari ceritaku kau selami dengan begitu dalamnya. Berbagai keluh kesahku itu membuatmu menangis, dan tak ingin ku perlihatkan semburat air mataku ini jatuh tepat didepanmu. Ibu, mungkin hanya terima kasih yang bisa kuucapkan padamu karna telah mendengar cerita-ceritaku ini. Bahkan, kaupun memberikan makna sebenarnya dari semua keluh kesah ini.
Katamu, namaku itu merupakan nama terbaik yang pernah didengarnya. Ghaisan Altamis, yang bermakna panglima rupawan. Tak salah orang tuamu memberimu nama ini, karna kaupun menjadi seperti itu, panglima rupawan. Panglima tak akan menang jika selalu terkungkung rasa bersalah, itu katamu. Diriku yang dungu ini tak memahami ucapanmu hingga kau mengubahnya menjadi kata sederhana yang kupahami. Yah, kau mengatakan seperti itu karna diriku ini selalu hidup dalam rasa bersalah. Rasa bersalah karna telah membuat malaikatku meninggalkan dunia ini, membuat malaikatku yang lain kehilangan arti hidup ini. Yah, kuakui kau tepat sekali memahaminya bu. Diriku selalu merasa bersalah karna kelahiranku membuat Ibu kandungku meninggal dunia, membuat Ayahku merana karnanya. Aku tak pernah bisa menerima keadaan itu, aku adalah pembawa sial bagi seluruh orang-orang di sekelilingku. Tapi, kau tak menganggapku begitu, justru kau bangkitkan diriku ini dengan kata-katamu. "Ikhlaskan saja nak, anggaplah Ibu sebagai Ibu kandungmu dan juga ayahmu", kata itu terlontar dari mulutmu dan membuatku tak kuasa menahan butiran air yang telah menggayuti pelupuk mata ini.
Yah, sejak saat itu, kuanggap kau malaikat baruku bu. Malaikat yang selalu melindungiku dan mendampingiku hingga ku menyelesaikan jenjang pendidikanku ini. Kau tak pernah membedakanku dengan yang lainnya, kau tetap sama adilnya dalam memberikan cintamu bu. Hanya terima kasih bu yang bisa kuucapkan semenjak saat itu. Aku sadar terima kasih saja tak akan cukup untuk membalas semuanya, sejak saat itu hingga sekarang. Terima kasih karna telah mengasihiku dulu hingga sekarang. Aku akan selalu membahagiakanmu bu, dengan caraku sendiri. Terima kasihku padamu, Malaikatku ibu Ratna.
Kamis, 18 Desember 2014
Sepatu Tak Bertuan
Disudut jalan itu, kulihat sebuah sepatu usang berwarna putih. Terlihat namun tak dianggap, seperti itulah sepatu di sudut jalan itu. Rasanya ingin kuambil dan kubersihkan dirimu, namun aku takut. Aku takut pemilikmu mencarimu, aku takut pemilikmu merasa kehilanganmu. Seperti itulah diriku, yang selalu ketakutan bila bertemu orang asing. Dari jendela kamar ini, kuperhatikan dirimu yang tetap setia di situ, tak beranjak barang seincipun. Hujan dan panas yang selalu menerpamu, seolah-olah tak pernah kau pedulikan. Dari balik jendela ini, ingin rasanya kutelusuri perasaanmu. Mungkinkah ku bisa?
Tiba-tiba, aku terbangun dengan sepenuh rasa yang tak bisa kuungkapkan. Rasa ini membuatku betah dan tak merasa kesepian lagi. Ingin diriku mempunyai rasa ini selamanya, tak ingin bila harus berpisah. Rasa yang membuat hari-hariku bersinar, rasa yang mampu menggeser awan mendung menjadi tetes-tetes hujan yang berjatuhan hingga terbentuklah pelangi. Ingin kumiliki rasa ini sepenuhnya, hanya saja ku tak tahu nama dari rasa ini. Hidupku tiba-tiba dipenuhi dengan berbagai petualangan, tantangan dan segala hal yang berarti. Aku merasa ada di atas gunung, ada di lautan, di pasar, sekolah, jalan, dan seluruh tempat berwarna. Diriku seakan berlari mengejar sang angin, seakan melompat di udara, dan seakan melayang di angkasa. Aku yang selama ini terabaikan merasa berharga dengan hadirnya rasa ini. Dan tiba-tiba....
Braakk, ku tersadar seketika itu juga. Semua hal yang kurasakan tadi ternyata hanyalah mimpiku semata. Tak ada rasa itu, rasa yang kurasakan dalam mimpiku. Kusadari, sepatu itu telah berada dalam genggamanku. Entah kapan atau siapa yang memberikannya padaku, yang pasti sepatu itu kini berada dalam pangkuanku. Yah, pangkuanku, pangkuan seorang gadis yang ingin merasakan rasa itu. Rasa bahagia saat kutapakkan kakiku ke tanah di bawahku, saat ku berlari mengikuti angin dan saat ku melompat di udara. Mungkinkah ini hanya impian? Ku tak tahu.
Jika kuingat kembali masa itu, aku merasa bersalah. Bersalah karena tak pernah mensyukuri nikmat-Mu, yang kulakukan hanyalah mengeluh tanpa berusaha. Takdir, mungkin dia yang selalu kupersalahkan akan kejadian masa lalu itu. Namun kini, ku tak ingin lagi mengeluh, ku tak ingin lagi menyalahkan takdir yang ada karena... .Yaa, karena kini telah kujejakkan kakiku di puncak tertinggi pulau Jawa, Gunung Semeru. Di tempat ini, ku ucapkan segala syukurku pada-Mu Ya Illahi Robbi.
Berjuang atau tidak sama sekali??
Berjuang, satu kata yang sering kita ucapkan dalam setiap kondisi keadaan yang tengah dialami oleh kita. Sejatinya, berjuang berasal dari kata dasar juang yang berarti berusaha sekuat tenaga dalam mencapai sesuatu (KBBI). Hidup ini bagaikan perjuangan kita menuju Sang Maha Pencipta. Tahukah kalian, bahwasanya hidup kita dipenuhhi dengan berbagai perjuangan. Dimulai dari sebelum kita terlahir di dunia ini, kita merupakan hasil perjuangan dari Ayah dan Ibu kita. Setelah kita lahir, kita berjuang untuk melakukan berbagai gerakan dasar manusia, seperti merangkak, tengkurap, berjalan, menangis, dan tertawa. Tidak hanya itu kawan, setelah kita berusia balita, orang tua kita mulai mendaftarkan diri kita pada sekolah-sekolah yang ada. Hal itu berlanjut sampai kita dewasa nantinya. Dan tanpa terasa, kita telah belajar berjuang selama ini.
Namun, perjuangan yang terasa berat akan kalian temui dalam kehidupan remaja. Remaja, identik dengan kondisi psikologisnya yang labil, ingin mencoba berbagai hal tanpa perlu tahu dampak bagi dirinya. Dan lagi lagi itu adalah perjuangan kita dalam menaklukan dunia. Banyak sekali hal yang ingin diketahui remaja, ditambah perkembangan media yang ada membuat mereka semakin ingin mencoba berbagai hal baru itu. Yah, tak bisa sepenuhnya disalahkan jika banyak remaja yang lebih menuruti keingintahuannya. Mungkin, tak salah jika mereka ingin melakukannya, karena di negara kita identik dengan kesetiakawanan. Ingin rasanya tertawa lepas mendengar kata setia kawan yang diucapkan para remaja itu. Tahukah mereka arti kata itu, saya rasa tidak. Mereka hanya mengartikannya sebatas harus melakukan setiap kegiatan dengan bersama-sama, bahagia bersama, sedih bersama dan semua hal baru bersama-sama. Selama dalam batas aturan, maka itu tidaklah salah. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya, bisa kalian perhatikan lingkungan kalian saat ini. Oleh sebab itu, remaja harus berjuang menyelaraskan keinginannya didampingi dengan pengetahuan agama yang cukup. Dikatakan berhasil jika ia mampu membentengi dirinya dari berbagai hal yang sia2.
Hidup ini tak ada yang gratis, kawan. Semua butuh biaya, oleh sebab itu kita harus berjuang mendapatkannya. Entah berjuang dengan bekerja atau melakukan hal-hal lainnya yang dianggap bisa mewujudkan keinginannya itu. Pasti banyak dari kalian yang suka dengan berbagai hal yang berembel-embel "Gratis", sayapun juga demikian. Namun, tidak semua hal benar-benar gratis di dunia ini, hanya udara saja yang gratis. Bisa kita bayangkan, jika udara saja perlu bayar maka sudah habislah seluruh yang kita punya hanya untuk membeli udara itu. Bersyukurlah kita yang masih menghirup udara itu sampai saat ini. Kembali lagi dengan kata gratis, tepatnya hari ini di kota yang saya huni yaitu Malang ada Grand opening sebuah cafe PBS (saya singkat saja yaa). Singkat cerita, kafe itu menawarkan bagi-bagi gratis 1000 menu andalan mereka. Seperti halnya tadi, barang gratis pasti akan diminati entah itu kalangan muda atau tua, dan saya salah satu korban gratisan itu. Sayapun datang dan ingin membuktikan apakah benar itu gratis. Huft, cafe itu sudah penuh sesak dengan peminat gratisan, termasuk saya (hehehe). Setelah mengambil nomer antrian, ternyata acara bagi-bagi itu belum dimulai dan akan dimulai setelah solat dzuhur. Berhubung ada kesibukan yang lain, akhirnya saya tinggalkan cafe itu. Ternyata, setelah sekian jam ada postingan baru di grup FB yang kuikuti, disitu dijelaskan bahwa menu itu tidak gratis melainkan harus membeli dulu 2 item menu lainnya dan mendapatkan menu andalan gratis itu. Akhirnya terkuak juga seperti apa aslinya (untung ga jadi korbannya). Yah, jika disimpulkan bahwa tidak ada yang gratis didunia ini, semua butuh perjuangan. So, untuk yang masih hidup, berjuanglah selalu. Jangan lekas menyerah, karena jika kamu menyerah, maka kamu kalah. Berjuang atau tidak, its ur choice
Selasa, 16 Desember 2014
Diriku malu padamu, Gadis kecil
Yah,, kuakui aku malu pada dirinya, si gadis kecil bermukenah merah. Merah warna yang mencolok dalam barisan shalat dzuhur kali ini. Gadis kecil yang terlihat cantik dalam balutan busana ibadah itu. Aku malu padamu, gadis kecil bermukenah merah. Engkau tak sengaja memberikan contoh padaku. Contoh sederhana yang mampu membuatku merasa rendah.
Diriku malu padamu, gadis kecil bermukenah merah. Dalam diam, kau mengajarkan suatu contoh nyata dalam beribadah pada-Nya. Dengan ikhlas, kau tiru gerakan ibumu melakukan gerakan-gerakan itu. Bagimu, itu hanya sekedar meniru, tapi bagiku kau menyadarkanku.
Yah,, mungkin itu hanya sebuah gerakan sepele bagi kalian, tidak bagiku. Dengan tingkahmu yang meniru itu mampu mengguggah keimananku. Mungkin kalian bisa mengetahui gerakan yang ingin kubagikan pada kalian ini. Shalat, gerakan yang membuatku malu padamu, gadis kecil. Bukan sembarang sholat yang kau lakukan itu, tapi itu adalah sholat sunnah yang sering ditinggalkan. Kau membuatku malu, karena kau melakukan sholat ba'da dzuhur. Awalnya, diriku tak ingin melakukan sholat sunnah itu, tetapi begitu melihatmu melakukannya, akupun tersadar dan merasa malu padamu. Melalui dirimu, mungkin Allah SWT ingin menegurku. Sungguh ingin kuucapkan terima kasih padamu, wahai gadis kecil bermukenah merah. Terima kasih :D
Senin, 15 Desember 2014
Belajar Ikhlas dari seorang dosen.
Bermula dari kegiatanku di tempat kerja, selalu kulihat beliau di hari selasa dan rabu. Beliau yang ku ketahui sebagai dosen bahasa arab selalu datang tepat waktu, bahkan menjadi yang pertama datang sebelum murid-muridnya. Beliau yang selalu mengajarkan bahasa arab dengan berbagai metode agar tidak terasa membosankan, tak pernah sekalipun marah melihat murid-muridnya datang telat. Berbagai cara telah dicobanya untuk membuat murid-muridnya bisa datang tepat waktu, lewat nilai, absen, dan tugas-tugas yang menyenangkan. Namun, semuanya tidak berpengaruh pada diri murid-muridnya itu.
Beberapa minggu menjelang UAS, Bapak tersebut tetap datang on-time dan hanya mendapati 1 orang muridnya yang datang on-time. Mungkin, Bapak itu sudah jenuh dengan tingkah murid-muridnya itu hingga Beliau menumpahkan rasa kesalnya pada murid-muridnya. Yah, mungkin batas kesabaran Beliau telah habis sehingga Beliaupun menumpahkan segala kekesalannya selama ini. Jika dipikirkan dengan lebih lanjut, yang membutuhkan ilmunya adalah murid-muridnya itu, namun mereka justru mengacuhkannya. Toh bisa saja Bapak tersebut meninggalkan murid-muridnya dan tetap menerima gaji. Tapi yang justru dilakukannya adalah selalu menunggu murid-muridnya, menunggu mereka dan bersiap membagi ilmunya pada mereka.
Beliau adalah sosok dosen muda yang akan jarang kita temui di zaman sekarang ini. Jika aku bandingkan dengan dosen-dosen yang pernah mengajariku selama ini, mereka tidak akan pernah mau jika diminta menunggu murid-muridnya, yang ada dosen tersebut malah marah dan tidak peduli lagi dengan keberadaan kita sebelum kita meminta maaf padanya. Namun, sosok yang satu ini sangat berbeda. Beliau bahkan menyempatkan datang mengajar saat salah satu anggota keluarganya berada di rumah sakit, tetapi ternyata yang terjadi adalah terlambatnya kedatangan murid-murid Beliau. Akupun tak habis pikir, bagaimana cara mereka menghargai Dosen mereka ini. Beliau mengajariku arti tanggung jawab, arti keikhlasan yang sesungguhnya dari tugas seorang pendidik. Beliau tetap mempertanggung jawabkan segala konsekuensi dari pekerjaannya dan tetap ikhlas mengajarkan ilmunya walaupun terkadang sikap murid-muridnya keterlaluan. Beliau sosok pendidik ikhlas yang mungkin akan sulit kita temui di zaman yang seperti ini. Semoga akupun bisa menjadi sosok pendidik seperti Beliau, yang selalu menunggu dan mengajarkan ilmu pada murid-muridku nantinya.
Kamis, 06 November 2014
NOTHING
Just it,,
not more..
i just feel nothing
for hope, for life, and for love..
at this day,, i feel nothing
when im at home, at university, or at my work place..
i dont know what i feel..
but this is day,, i feel nothing..
i hope,,
from nothing can be something in next day
and ALL my day,, always
:D
not more..
i just feel nothing
for hope, for life, and for love..
at this day,, i feel nothing
when im at home, at university, or at my work place..
i dont know what i feel..
but this is day,, i feel nothing..
i hope,,
from nothing can be something in next day
and ALL my day,, always
:D
Senin, 03 November 2014
Mentari di November
Entah bagaimana kumulai
tak terasa Oktober telah terlewati,,
tiada rasa yang spesial di bulan itu,,
hanya sepi dan hampa yang terasa..
Entah bagaimana kulukiskan
rasanya mentari oktober terlihat sama
mungkinkah mentari itu tersaput mendung
yang menggelayut dari bulan-bulan lalu
yang tak sempat memercikkan tetes-tetesnya...
Tapi,, di bulan ini..
mentari terlihat berbeda..
apa yang membuatmu berbeda,,
akupun tak tahu..
Dimataku,, entah mengapa
kau terlihat berbeda
berbeda dengan mentari yang terbit di bulan-bulan lalu
kau terlihat begitu mempesona..
kau tersenyum penuh misteri kepadaku..
hingga tak kusadari kau menyimpan sejuta misteri bagiku
lewat dirimu ingin kucari..
kucari semua jawaban dari misteri yang kau timbulkan
*kau = matahari
tak terasa Oktober telah terlewati,,
tiada rasa yang spesial di bulan itu,,
hanya sepi dan hampa yang terasa..
Entah bagaimana kulukiskan
rasanya mentari oktober terlihat sama
mungkinkah mentari itu tersaput mendung
yang menggelayut dari bulan-bulan lalu
yang tak sempat memercikkan tetes-tetesnya...
Tapi,, di bulan ini..
mentari terlihat berbeda..
apa yang membuatmu berbeda,,
akupun tak tahu..
Dimataku,, entah mengapa
kau terlihat berbeda
berbeda dengan mentari yang terbit di bulan-bulan lalu
kau terlihat begitu mempesona..
kau tersenyum penuh misteri kepadaku..
hingga tak kusadari kau menyimpan sejuta misteri bagiku
lewat dirimu ingin kucari..
kucari semua jawaban dari misteri yang kau timbulkan
*kau = matahari
Minggu, 19 Oktober 2014
Penyakit Batiniah dan Obatnya
Seperti yang kita ketahui bersama, penyakitpun terbagi menjadi 2 jenis, yaitu penyakit fisik dan juga penyakit hati/batin.
secara garis besarnya, tiap manausia mempunyai 4 penyakit batiniah, yaitu
1. thulul amal atau panjang lamunan
2. 'ajal atau tergesa-gesa
3. hasad atau dengki, iri hati
4. takabbur atau sombong
Dari 4 penyakit tersebut dapat menyebabkan berbagai macam hal-hal ayng sangat merugikan manusia, diantaranya
- penyakit thulul amal atau panjang lamunan dapat memunculkan 4 akibat, diantaranya sebagai berikut:
1. malas dalam menjalankan taat/ibadah sehingga lama kelamaan akan meninggalkan ibadah tersebut.
2. mengulur-ulur taubat.
3. gemar menumpuk harta dan condong pada dunia daripada akhirat.
4. hatinya membatu dan lupa kehidupan akhirat.
- penyakit 'ajal atau tergesa-gesa sebaiknya segera ditinggalkan karena sifat tergesa-gesa datangnya dari setan. adapun kita sebagai seorang muslim harusnya menghindari sifat ini, tetapi kita diperbolehkan tergesa-gesa dalam hal berikut ini, yaitu
1. menikahkan gadis, jika sudah waktunya
2. membayar utang jika sudah sampai janjinya.
3. mengurus jenazah jika sampai ajalnya.
4. menghormati tamujika sudah tiba kedatangannya.
5. bertaubat jika telah berbuat dosa.
- hasad ataupun dengki merupakan jenis penyakit hati yang paling kronis, karena penyakit ini akan melahirkan penyakit-penyakit negatif lainnya. orang yang terjangkit penyakit ini akan memunculkan beberapa hal, antara lain mencemari taat, suka menjilat, suka mengumpat, senang jika orang lain celaka/menderita.
- takabbur adalah penyakit warisan iblis. janganlah sampai dihati kita timbul kesombongan sekecil apapun karena orang yang mengidap penyakit ini akan berdampak pada terhalangnya kebenaran, mendapat murka ALLAH SWT, serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.
Adapun 4 obat yang dapat menghilangkan penyakit-penyakit itu adalah:
1. Dzikrul maut (ingat mati). barangsiapa yang selalu ingat mati, akan selalu memperbaiki keimanannya, apakah dia sudah bersih dari segala penyakit hati tersebut.
2. berhati-hati, perlahan-lahan, tidak sembrono dalam segala hal. jadikanlah setiap kata dan perbuatan kita, berada dibelakang hati nurani yang suci.
3. jujur dan benar. selalu berusaha untuk selalu bersikap jujur dan benar dalam segala hal.
4. tawaddu'(rendah hati). jadilah orang yang rendah hati, karena orang yang rendah hati akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT
sumber: - Menjaga Cinta dan Ridha ALLAH yang Abadi, sebuah renungan diri. Syaikh Misbahul Anam dan Syahrillah Asfari. 2005. Jakarta
1. thulul amal atau panjang lamunan
2. 'ajal atau tergesa-gesa
3. hasad atau dengki, iri hati
4. takabbur atau sombong
Dari 4 penyakit tersebut dapat menyebabkan berbagai macam hal-hal ayng sangat merugikan manusia, diantaranya
- penyakit thulul amal atau panjang lamunan dapat memunculkan 4 akibat, diantaranya sebagai berikut:
1. malas dalam menjalankan taat/ibadah sehingga lama kelamaan akan meninggalkan ibadah tersebut.
2. mengulur-ulur taubat.
3. gemar menumpuk harta dan condong pada dunia daripada akhirat.
4. hatinya membatu dan lupa kehidupan akhirat.
- penyakit 'ajal atau tergesa-gesa sebaiknya segera ditinggalkan karena sifat tergesa-gesa datangnya dari setan. adapun kita sebagai seorang muslim harusnya menghindari sifat ini, tetapi kita diperbolehkan tergesa-gesa dalam hal berikut ini, yaitu
1. menikahkan gadis, jika sudah waktunya
2. membayar utang jika sudah sampai janjinya.
3. mengurus jenazah jika sampai ajalnya.
4. menghormati tamujika sudah tiba kedatangannya.
5. bertaubat jika telah berbuat dosa.
- hasad ataupun dengki merupakan jenis penyakit hati yang paling kronis, karena penyakit ini akan melahirkan penyakit-penyakit negatif lainnya. orang yang terjangkit penyakit ini akan memunculkan beberapa hal, antara lain mencemari taat, suka menjilat, suka mengumpat, senang jika orang lain celaka/menderita.
- takabbur adalah penyakit warisan iblis. janganlah sampai dihati kita timbul kesombongan sekecil apapun karena orang yang mengidap penyakit ini akan berdampak pada terhalangnya kebenaran, mendapat murka ALLAH SWT, serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.
Adapun 4 obat yang dapat menghilangkan penyakit-penyakit itu adalah:
1. Dzikrul maut (ingat mati). barangsiapa yang selalu ingat mati, akan selalu memperbaiki keimanannya, apakah dia sudah bersih dari segala penyakit hati tersebut.
2. berhati-hati, perlahan-lahan, tidak sembrono dalam segala hal. jadikanlah setiap kata dan perbuatan kita, berada dibelakang hati nurani yang suci.
3. jujur dan benar. selalu berusaha untuk selalu bersikap jujur dan benar dalam segala hal.
4. tawaddu'(rendah hati). jadilah orang yang rendah hati, karena orang yang rendah hati akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT
sumber: - Menjaga Cinta dan Ridha ALLAH yang Abadi, sebuah renungan diri. Syaikh Misbahul Anam dan Syahrillah Asfari. 2005. Jakarta
Minggu, 12 Oktober 2014
Indonesiaku
sebuah negeri luas
membentang dari sabang sampai merauke
tak ada kata yang sanggup menggambarkanmu
pun tak ada yang sanggup menyamaimu..
pun tak ada yang sanggup menyamaimu..
disini, tempat aku dilahirkan..
tempat aku beranjak dewasa..
sempat terbersit dalam benak,,
bahwaku ingin meninggalkanmu
tempat aku beranjak dewasa..
sempat terbersit dalam benak,,
bahwaku ingin meninggalkanmu
terbangun dan ku tersadar..
kau menyimpan kekayaan
kau menyimpan kekayaan
yang tertutupi oleh segala problema yang kau hadapi
kini ku tak lagi berniat meninggalkanmu
ku ingin mengupas tuntas seluruh kekayaanmu
walaupun hal itu tak berarti apa-apa..
Ku tahu, ku belum mempersembahkan apapun padamu..
selama ini, ku hanya bisa membandingkanmu
menyalahkanmu,
dan mencemoohmu saja..
kini, izinkan diriku membanggakanmu, Indonesiaku
Ku tahu, ku belum mempersembahkan apapun padamu..
selama ini, ku hanya bisa membandingkanmu
menyalahkanmu,
dan mencemoohmu saja..
kini, izinkan diriku membanggakanmu, Indonesiaku
terima kasih Indonesiaku..
karena ku telah dilahirkan dan dibesarkan di sini..
karena ku telah dilahirkan dan dibesarkan di sini..
Selasa, 07 Oktober 2014
Tersirat dalam Benak
terlalu penat diri mengakui
bahwasanya apa yang ada saat ini adalah ujian
ujian kehidupan yang akan mengantarkan kita
menjadi seorang bijak ataukah pengecut...
terlintas sesaat..
apa yang salah dengan ini semua,,
apa yang berbeda dengan ini semua,,
apa yang ingin kutuliskan pun tak kumengerti..
menyelami ratusan kata,,
menyelami ribuan kalimat
tetap..
tak dapat kutemukan suatu kata yang tepat untuk mewakilinya...
mungkin saat ini,, hanya ini..
untuk sekian lamanya, hanya ini yang dapat terangkum dalam balutan kata..
yang tak pernah rampung menjadi kalimat
bahwasanya apa yang ada saat ini adalah ujian
ujian kehidupan yang akan mengantarkan kita
menjadi seorang bijak ataukah pengecut...
terlintas sesaat..
apa yang salah dengan ini semua,,
apa yang berbeda dengan ini semua,,
apa yang ingin kutuliskan pun tak kumengerti..
menyelami ratusan kata,,
menyelami ribuan kalimat
tetap..
tak dapat kutemukan suatu kata yang tepat untuk mewakilinya...
mungkin saat ini,, hanya ini..
untuk sekian lamanya, hanya ini yang dapat terangkum dalam balutan kata..
yang tak pernah rampung menjadi kalimat
Selasa, 01 Juli 2014
Terlupakan
Dimana-mana terlupakan merupakan hal yang menyakitkan..
Tapi jangan sampai,, kita pun balas melupakan
terlupakan memang menyedihkan :(
tetapi mengingatnya akan lebih menyenangkan
mungkin tak ada alasan bagimu untuk mengingatku
tak ada alasan bagimu untuk mengingat semua hala yg kita lakukan bersama
tapi, tahukah kau
Disini, aq mengingat dengan jelas setiap memori itu..
walaupun akhirnya kau melupakanku
walaupun akhirnya kau membuangku
tapi bagiku, kau tetap akan kuingat
karna dengan melupakan
itu artinya harus melepaskan semua memori tentang kita
bagiku lebih sulit untuk melupakan
berkali-kali aq belajar untuk melupakan semuanya
tapi yang terjadi kenangan itu semakin sering datang menghampiri
en Finally aq pun menerima semua kenangan itu
saat ini, aq tak ingin ada seorang pun yang mengingatku
inginku tenggelam dalam peradaban zaman ini
seperti kalian yang tak sengaja melupakanku..
walaupun terlupakan,, aq tak akan pernah mencoba untuk melupakan..
:D
Tapi jangan sampai,, kita pun balas melupakan
terlupakan memang menyedihkan :(
tetapi mengingatnya akan lebih menyenangkan
mungkin tak ada alasan bagimu untuk mengingatku
tak ada alasan bagimu untuk mengingat semua hala yg kita lakukan bersama
tapi, tahukah kau
Disini, aq mengingat dengan jelas setiap memori itu..
walaupun akhirnya kau melupakanku
walaupun akhirnya kau membuangku
tapi bagiku, kau tetap akan kuingat
karna dengan melupakan
itu artinya harus melepaskan semua memori tentang kita
bagiku lebih sulit untuk melupakan
berkali-kali aq belajar untuk melupakan semuanya
tapi yang terjadi kenangan itu semakin sering datang menghampiri
en Finally aq pun menerima semua kenangan itu
saat ini, aq tak ingin ada seorang pun yang mengingatku
inginku tenggelam dalam peradaban zaman ini
seperti kalian yang tak sengaja melupakanku..
walaupun terlupakan,, aq tak akan pernah mencoba untuk melupakan..
:D
Jumat, 27 Juni 2014
Hidden Paradise
Coban berikutnya gak kalah seru guys, yaitu coban pelangi. coban yang terletak di daerah tumpang , poncokusumo ini terlihat memiliki siluet pelangi jika tertimpa sinar matahari. gak percaya, cobain aja guys buat kesana.
jarak tempuhnya dari kota malang sekitar 32 km ke daerah poncokusumo, tepatnya desa gubugklakah. saat penulis kesana, dikenai biaya 15 ribu rupiah untuk dua orang sekaligus parkir sepeda motor. penasaran!! So cepetan liat sendiri keindahan panoramanya, dijamin TOP BGT!!
jarak tempuhnya dari kota malang sekitar 32 km ke daerah poncokusumo, tepatnya desa gubugklakah. saat penulis kesana, dikenai biaya 15 ribu rupiah untuk dua orang sekaligus parkir sepeda motor. penasaran!! So cepetan liat sendiri keindahan panoramanya, dijamin TOP BGT!!
Kamis, 26 Juni 2014
Hidden Paradise
Keindahan alam yang kita kupas kali ini adalah Coban Parangtejo. Coban yang terletak di daerah Dau ini mempunyai medan yang lumayan sulit, untuk mencapainya penulis harus melewati perkebunan penduduk setempat, itupun hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki, naik sepeda gunung ataupun sepeda motor. tak cukup hanya disitu, setelah melewati perkebunan, dilanjutkan dengna berjalan kaki sekitar 30 menit menuju coban ini. kepenatan selama 30 menit berjalan kaki itu terbayar sudah dengan percikan air terjun yang menimpa wajah kami.selain itu, pemandangan sekitar perkebunan juga ga kalah seru guys. Ga percaya, Buktiin sendiri :).
So, ayo kunjungi surga-surga di Indonesia dulu sebelum surga-surga di negara lainnya. Im proud Indonesian Citizen.
So, ayo kunjungi surga-surga di Indonesia dulu sebelum surga-surga di negara lainnya. Im proud Indonesian Citizen.
Langganan:
Postingan (Atom)


