Tempat ini sepi..
namun banyak mengajarkan arti kesabaran..
Tempat ini terpencil..
namun banyak mengajarkan kehangatan
Tempat ini,,
Di sudut lantai 2 yang akan selalu kurindukan..
Enam bulan sudah,,
Aku ikut menjadi bagiannya,,
Bagian yang menyenangkan,,
Bagian yang membosankan,,
Bagian yang ...
Hingga tak sanggup kuungkapkan dengan kata2..
Ingin tak berpisah,,
namun apa daya,,
Ini semua sudah suratan..
Berakhir sudah semuanya di tempat ini..
Semoga semua memori di tempat ini tak lekang oleh waktu..
Akan selalu tergenggam dalam sudut hati terdalam..
Cari Blog Ini
Jumat, 20 Maret 2015
Kamis, 19 Maret 2015
..........
yeeey,, seneng banget cz hari ini hari terakhir aq part time. 6 Bulan waktu yang kujalanin di tempat ini. Entah, berapa banyak kebosanan yang terlewati di tempat ini. Tempat ini tak hanya menawarkan kebosanan tapi juga banyak manfaat padaku. Bertemu orang baru dengan karakter baru, bisa lebih dekat juga dengan Sang Pencipta. Terlalu banyak manfaat yang kudapatkan hingga ku tak mampu mengungkapkannya dalam barisan kata-kata.
Tempat ini diselimuti kesepian, namun dilingkupi oleh kehangatan hati mereka yang berkunjung. Bahagianya ketika mampu memberikan solusi jika mereka kesulitan. Bahagianya tak terlukiskan dengan kata-kata. Hanya mampu dirasakan tak mampu terlukiskan. 20 September 2014 aq memulainya di tempat ini, dan tak kusadari tanggal 20 maret 2015 aq harus meninggalkan kantor ini.
Kini sudah waktunya untuk melenggang bebas ke nusantara. Ingin sekali melanglang buana ke nusantara yang bebas. Oleh sebab itu, aq kan memulai hari dengan mendaftar pada program baru. Semoga program itu juga mampu memberikan kenangan pada diriku.
Tempat ini diselimuti kesepian, namun dilingkupi oleh kehangatan hati mereka yang berkunjung. Bahagianya ketika mampu memberikan solusi jika mereka kesulitan. Bahagianya tak terlukiskan dengan kata-kata. Hanya mampu dirasakan tak mampu terlukiskan. 20 September 2014 aq memulainya di tempat ini, dan tak kusadari tanggal 20 maret 2015 aq harus meninggalkan kantor ini.
Kini sudah waktunya untuk melenggang bebas ke nusantara. Ingin sekali melanglang buana ke nusantara yang bebas. Oleh sebab itu, aq kan memulai hari dengan mendaftar pada program baru. Semoga program itu juga mampu memberikan kenangan pada diriku.
Selasa, 17 Maret 2015
Mendung!
Entah kenapa,,
Hari yang awalnya bahagia..
Menjadi keruh oleh saputan warna hitam pekat itu..
Entah,,
Jangan tanya padaku
Karena aku pun takkan tahu jawabannya..
Entah,,
Ingin menjerit saja..
Tapi,, terkungkung di tempat ini
Membuatku sulit untuk melakukannya..
Padamu..
Tak tahukah kau,
bahwa ini semua disebabkan olehmu
Bukan karena hal besar, hanya karena urusan sepele saja..
Tak bisakah kau peka pada hal itu??
Dirimulah penyebab kumpulan mega mendung itu berkumpul..
Dan setelah bosan,
kau tinggalkan begitu saja
Menyebalkan sekali..
Hari yang awalnya bahagia..
Menjadi keruh oleh saputan warna hitam pekat itu..
Entah,,
Jangan tanya padaku
Karena aku pun takkan tahu jawabannya..
Entah,,
Ingin menjerit saja..
Tapi,, terkungkung di tempat ini
Membuatku sulit untuk melakukannya..
Padamu..
Tak tahukah kau,
bahwa ini semua disebabkan olehmu
Bukan karena hal besar, hanya karena urusan sepele saja..
Tak bisakah kau peka pada hal itu??
Dirimulah penyebab kumpulan mega mendung itu berkumpul..
Dan setelah bosan,
kau tinggalkan begitu saja
Menyebalkan sekali..
Minggu, 15 Maret 2015
Negeri Api
Negeri Api, kusematkan nama itu pada negeriku ini. Bukan karna ku tak mencintainya, namun karna begitu dalamnya rasa cintaku pada negeri ini hingga kuberikan julukan itu padanya. Aku mencintainya, tapi apakah semua orang juga begitu?. Who knows??. Di satu tempat, banyak generasi muda yang berlomba untuk mengabdikan ilmunya, namun di sisi lain banyak generasi pertengahan yang sedang merusak bangsa ini. Negeri Api, kunamakan itu bukan karena banyaknya gunung berapi aktif disini, namun karena suatu hal. Tak bisakah julukan itu beralih menjadi Negeri Cinta. Aku hanya ingin negeri yang kutinggali puluhan tahun ini mempunyai julukan yang cantik seperti itu. Karna didalamnya, akan selalu penuh cinta kasih pada sesama dan semua hal yang baik-baik. Namun, agaknya negeri cinta itu hanya angan semata.
Negeri Api, hampir 23 tahun aku berada di dalamnya dan menjadi bagian di dalamnya. Pernah terbersit dalam benakku saat berusia 15 tahun untuk berpindah kewarganegaraan. Bukan karena hal yang serius, tapi benar-benar serius. Di negeri yang kaya ini, bahkan mengemis dijadikan sebuah profesi. Apakah mental masyarakat kita seperti itu?, Who knows??. Bahkan saat inipun, miris sekali rasa hati ini melihat pemberitaan di media. "Yang Uzur yang disidang" begitulah tagline dalam salah satu surat kabar harian negeri ini. Apakah memang seperti itu tugas para petinggi disana, kasus-kasus lama ditumpuk dan setelah dirasa sudah tak mampu barulah disidangkan dengan penuh rekayasa. Bukan hanya sekali dua kali, tapi ini telah terjadi berkali-kali. Hanya ingin tahu, seperti apa logika Bapak Ketua Hakim yang terhormat saat memutuskan perkara tersebut. Bagaimana jika itu terjadi pada saudara-saudara mereka, sekali lagi who knows??.
Ada yang bilang, di negeri ini tidak ada yang namanya kebal hukum. Jika begitu, apakah harus yang tua disidang hanya karena beberapa permasalahan sepele. Sedangkan tikus-tikus di luar sana dibiarkan bebas berkeliaran sedemikian rupa, bahkan telah menggerogoti di setiap tempat yang disinggahi. Apakah begitu sistem hukum kita? ku tak tahu karna aku hanyalah masyarakat awam yang merasa miris dengan apa yang telah terjadi. Kenapa, kenapa selalu permasalahan ditumpuk dan digugatkan saat waktunya tepat. Entah tepat yang seperti apa, mungkinkah tepat untuk menjebaknya, tepat untuk menggeser jabatannya, atau tepat-tepat yang lainnya. Ini bukan sekedar coretan tinta saja karena buktinyapun sudah ada. Seperti contohnya kasus yang menimpa Bapak BW, beliau digugat dengan kasus lama yang belum terselesaikan. Tak hanya Bapak BW, beberapa masyarakat uzur pun mengalaminya. Hanya karena mencuri 3 piring, dituduh memetik kakao di lahan orang, dituduh mencuri 6 batang bambu, dan lain-lainnya mereka harus menjalani persidangan. Bagaimana dengan tikus-tikus gendut berbaju hitam dan tengah ongkang-ongkang kaki di kantornya, apakah ada yang menjeratnya dalam pengadilan. Ah, ketika hukum bisa dibeli dengan uang, semua yang tak beruangpun takkan menang.
Negeriku, maaf bukan maksudku untuk mengkritikmu begitu. Kamu terlalu indah untuk dikritik. Aku hanya tak ingin dirimu ditinggali oleh oknum-oknum seperti itu. Aku tak ingin, dilahanmu yang luas itu tersimpan banyak tikus di bawahnya. Akupun tak ingin, banyak harimau yang akan menerkam mangsanya dengan brutal. Bisakah kamu mengusir mereka, negaraku?. Jika ingin menjadi negeri cinta, kita harus berkorban banyak negaraku. Tak bisakah kau membunuh mati tikus-tikus itu, agar lahan kita tak lagi kebobolan di sana sini. Begitupula dengan harimau, jinakkanlah atau bunuh saja dia agar tak ada lagi nyawa yang merasa diperlakukan tak adil. Maaf sekali negeriku, sekali lagi kukatakan aku tak bermaksud untuk mengkritikmu seperti itu, aku hanya ingin berbagi keluh kesah saja denganmu. Mungkin saja, keluh kesah ini kau dengarkan atau malah kau abaikan. Terimakasih negeriku, karna ku telah dilahirkan dan dibesarkan di tempat indah ini. Maaf, karena ku belum bisa memberikan sesuatu untukmu, namun aku akan berusaha untuk itu.
Terima kasih Negeri Apiku..
Senin, 09 Maret 2015
Asa Bunda
Tersadar, tercetak jelas bentuk jari-jarimu di pipiku. Kau tampar aku dengan tangan besarmu. Kau muntahkan semua sumpah serapahmu padaku, seakan-akan hal itu memuaskan dirimu. Tak cukup sampai disitu, lagi kau tarik rambutku seakan-akan hendak copot dari kepalaku. Selepas itu, dirimu tertawa bahagia sedangkan daku meringkuk kesakitan di pojok ruangan. Tak hanya hari itu, tapi perlakuanmu yang seperti ini sudah sering aku terima sampai-sampai diriku sudah tak mengingat lagi berapa banyak jejak yang tercipta di tubuhku. Akupun sudah tak kuat tinggal lagi bersamamu. Inginku tinggalkan dirimu, namun hati kecilku menolaknya. Tak sampai hati aku meninggalkanmu dengan cara seperti itu.
Entah, apa yang membuatku cocok denganmu. Kau selalu ada buatku begitupun diriku yang selalu menyempatkan diri bertemu denganmu. Bagiku, kaulah soulmateku. Denganmu aku merasa lengkap, semua yang kulakukan bersamamu membuatku bahagia. Karenanya, kita putuskan untuk membangun kehidupan berdua selamanya. Hari itu, tanggal 25 Juni 2009 kau resmi menjadi imamku. Seperti sebelumnya, kuberharap kehidupan kita tak jauh berubah. Seperti lazimnya suami istri, hidup kita selalu dilingkupi dengan kebahagiaan. Kuberharap kebahagiaan ini tak hilang selamanya.
#
10 Tahun yang lalu, kita bertemu secara tak sengaja. Mungkin memang takdir yang mempertemukan kita saat itu. Di dermaga, kita bertemu. Aku yang saat itu ingin menemui sobatku secara tak sengaja bertabrakan denganmu. Terburu-buru, ku hanya meminta maaf sambil lalu. Berlari, kuingin temui sobatku disana. Namun, yang terjadi dia telah pergi menaiki kapalnya. Salahku yang datang terlambat, membuatnya menunggu hingga 2 jam di dermaga itu hingga akhirnya meninggalkanku dalam waktu yang lama. Lunglai, kuarahkan langkah kakiku menuju perjalanan pulang kembali. Lagi-lagi tak sengaja ku menabrak orang. Kembali meminta maaf padanya dan saat itulah pertama kalinya kau sapa diriku. "Lagi-lagi kau menabrakku", katamu saat itu, reflek kuangkat kepalaku dan kulihat dirimu. Aku merasa tak mengenalmu hingga kau jelaskan padaku kejadian sebelumnya. Sejak saat itu, kitapun menjadi dekat.Entah, apa yang membuatku cocok denganmu. Kau selalu ada buatku begitupun diriku yang selalu menyempatkan diri bertemu denganmu. Bagiku, kaulah soulmateku. Denganmu aku merasa lengkap, semua yang kulakukan bersamamu membuatku bahagia. Karenanya, kita putuskan untuk membangun kehidupan berdua selamanya. Hari itu, tanggal 25 Juni 2009 kau resmi menjadi imamku. Seperti sebelumnya, kuberharap kehidupan kita tak jauh berubah. Seperti lazimnya suami istri, hidup kita selalu dilingkupi dengan kebahagiaan. Kuberharap kebahagiaan ini tak hilang selamanya.
#
Manusia selalu merencanakan, Tuhanlah yang menentukan. Tepat 2 tahun usia pernikahan kita, kau berubah. Entah, atas sebab apa kau berubah. Tak lagi kutahu dirimu, kau benar-benar berbeda dengan sosok yang selama ini kukenal. Awal petaka itu bermula dari dipecatnya dirimu dari pekerjaannmu. Sejak saat itu, kau selalu mengeluh dan mulai bermain kasar. Awalnya, setiap kali kau memukulku, kau seperti tak sadar saat melakukannya. Ketika kau menyadari telah memukulku, kau berubah menjadi pribadi yang kukenal. Pribadi penuh kasih itu. Aku memang kesakitan namun aku tak mau kau makin terpuruk karena hal itu. Kutabahkan diriku tiap kali kau berubah. Kutangisi diriku karenanya. Hingga hari ini, tak kupedulikan lagi sakit tubuhku. Aku hanya menyimpan harapan padamu, semoga kau kembali menjadi sosokmu yang dulu. Sosok penuh kasih sayang itu. Selama asa itu ada, aku akan selalu kuat dengan segala hal yang kau lakukan terhadapku, SuamikuMinggu, 08 Maret 2015
Tergantung di langit
Melihatmu, hanya itu yang kumau. Tak bisakah kulihat dirimu saat ini, hanya untuk memuaskan dahaga rinduku ini. Aku tak meminta banyak pada Tuhan, aku hanya meminta untuk bisa melihatmu saja. Kamu yang selalu menemaniku hingga saat ini. Diriku hanya bisa membayangkan dirimu dalam wujud yang sempurna, mungkin terlalu sempurna untuk menyerupaimu. Aku takut bayanganku itu membuatku tak bisa menerima dirimu sepenuhnya nanti.
Kamu selalu berkata, "Tak usahlah bingung, aku akan selalu di dekatmu". Kalimatmu selalu menenangkan diriku. Walaupun hanya ucapan salam atau dekapan tangan telah mampu membuatku tenang. Setiap hari, kau ceritakan semua hal yang kau alami padaku, dan kulukiskan dengan imajinasiku semua gambaran itu. Pernahkah kau sadar jika aku bahagia denganmu disampingku? Mungkin tidak, karena seringkali ku mendengar tangisanmu dalam tidurku. Kau selalu menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi padaku. Aku tak menyalahkanmu, malah kejadian itu membuatku tersadar akan arti dirimu seutuhnya.
#
5 Tahun yang lalu, kejadian itu masih terekam kuat di memoriku. Aku dengan sombongnya berlari menjauh darimu. Bahkan ku tak sangka justru itulah akhir dari segalanya. Terkapar tak berdaya di tengah jalan raya itu, bersimbah darah di sekujur tubuhku. Tak sanggup kuingat lagi apa yang telah terjadi padaku, yang ku ingat hanyalah hamparan aspal berdarah itu. Berhari-hari setelahnya, jiwaku bagaikan terapung dalam atmosfir bumi ini. Aku melayang sesuka hatiku, mengikuti sang bayu ke semua tempat yang dikunjunginya. Aku merasa bahagia, namun juga merasa aneh. Aneh karena ku tak bisa lagi menyapa semua orang yang kutemui dan bahagia karena ku menemukan petualangan baru.
#
"Dia koma, saya belum bisa memastikan keadaannya seperti ini sampai kapan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuknya", itulah kata-kata yang diucapkan dokter.
Tersapu angin
Hari ini, dalam diam ku berharap..
Dalam diam, kupanjatkan sebersit doa tentangmu..
Seakan membuat pembenaran
tentang takdir diantara kita..
Menjauh perlahan..
Hendak meninggalkan kenangan di kota ini
Tak banyak yang perlu kau tahu..
hanya segelintir kenangan saja yang patut kau ingat..
Selebihnya, lupakan saja
Aku terkesan memaksa pada tuhan,,
Kupaksakan semua tentangmu pada-Nya..
Ah, hanya impian terpendam saja semua tentangmu..
Tak lagi kupenuhi otakku dengan segala imajinasi tentangmu..
Terlalu sering ku berangan-angan tentangmu..
Bukan hanya tentangmu saja, tetapi tentang kita
Kali ini, berusaha keras..
Benar-benar berusaha untuk melupakanmu..
Semua hal tentangmu
Sampai-sampai ku berharap ada alat penghapus ingatan itu
Yang akan kugunakan untuk menghapus semua tentangmu...
Sekarang kuyakini,
mungkin pertemuan kita merupakan musibah
Musibah untukku,
Hingga menginginkan kenangan ini tersapu angin saja...
Dalam diam, kupanjatkan sebersit doa tentangmu..
Seakan membuat pembenaran
tentang takdir diantara kita..
Menjauh perlahan..
Hendak meninggalkan kenangan di kota ini
Tak banyak yang perlu kau tahu..
hanya segelintir kenangan saja yang patut kau ingat..
Selebihnya, lupakan saja
Aku terkesan memaksa pada tuhan,,
Kupaksakan semua tentangmu pada-Nya..
Ah, hanya impian terpendam saja semua tentangmu..
Tak lagi kupenuhi otakku dengan segala imajinasi tentangmu..
Terlalu sering ku berangan-angan tentangmu..
Bukan hanya tentangmu saja, tetapi tentang kita
Kali ini, berusaha keras..
Benar-benar berusaha untuk melupakanmu..
Semua hal tentangmu
Sampai-sampai ku berharap ada alat penghapus ingatan itu
Yang akan kugunakan untuk menghapus semua tentangmu...
Sekarang kuyakini,
mungkin pertemuan kita merupakan musibah
Musibah untukku,
Hingga menginginkan kenangan ini tersapu angin saja...
Minggu, 01 Maret 2015
Welcome March!!
Haloo Maret!!!
Gag terasa udah bulan Maret aja,, waktu yang berjalan cepat seakan tak mau tuk menunggu diriku..
Seperti bulan kemarin, Februari..
Bulan yang penuh cinta dan ditutup dengan sedikit duka yang ada..
Maret, berarti telah lewat Februari kita..
Kita?? iya kita..
Kita itu kau dan aku..
Walaupun tak tercetak jelas kenangan yang ada,
Namun sudah pasti terpatri dalam hati..
Tahukah kau??
Februari kemarin adalah momen-momen kita..
Momen bagiku untuk berbahagia dan sekaligus berduka
Mungkinkah kamu menyadarinya,,
Ah, bagaikan punguk merindukan bulan,
Yang pasti adalah kau tak pernah menyadarinya
Hingga kuputuskan untuk mengakhiri saja apa yang ada..
Februari kemarin,,
Kuputuskan menutup semua lembaran kelam di kota ini,
Kuputuskan mengakhiri semua cerita yang menggantung..
Kuputuskan untuk tak lagi menengok kenangan masa lalu itu,
Kukuatkan diriku untuk melangkah,, Pergi menjauh
Dan saat ini, Maretpun bertamu..
Kuberharap Maret akan menjadi bulan yang penuh kebahagiaan..
Kebahagiaan bagi diriku ..
Kebahagiaan mutlak yang kuciptakan sendiri
Dengan seluruh hal yang ada di dunia ini..
Welcome March!!!
Be Nice Month yaa,,
n Always giving me happy
Gag terasa udah bulan Maret aja,, waktu yang berjalan cepat seakan tak mau tuk menunggu diriku..
Seperti bulan kemarin, Februari..
Bulan yang penuh cinta dan ditutup dengan sedikit duka yang ada..
Maret, berarti telah lewat Februari kita..
Kita?? iya kita..
Kita itu kau dan aku..
Walaupun tak tercetak jelas kenangan yang ada,
Namun sudah pasti terpatri dalam hati..
Tahukah kau??
Februari kemarin adalah momen-momen kita..
Momen bagiku untuk berbahagia dan sekaligus berduka
Mungkinkah kamu menyadarinya,,
Ah, bagaikan punguk merindukan bulan,
Yang pasti adalah kau tak pernah menyadarinya
Hingga kuputuskan untuk mengakhiri saja apa yang ada..
Februari kemarin,,
Kuputuskan menutup semua lembaran kelam di kota ini,
Kuputuskan mengakhiri semua cerita yang menggantung..
Kuputuskan untuk tak lagi menengok kenangan masa lalu itu,
Kukuatkan diriku untuk melangkah,, Pergi menjauh
Dan saat ini, Maretpun bertamu..
Kuberharap Maret akan menjadi bulan yang penuh kebahagiaan..
Kebahagiaan bagi diriku ..
Kebahagiaan mutlak yang kuciptakan sendiri
Dengan seluruh hal yang ada di dunia ini..
Welcome March!!!
Be Nice Month yaa,,
n Always giving me happy
Langganan:
Postingan (Atom)