Cari Blog Ini

Kamis, 28 November 2019

Ruang tunggu

Tok tok tok, 
Tok tok tok
Dini hari tadi pintu rumahku diketuk. Tak biasanya pikirku, jarum jam menunjukkan pukul 04.00 WITA. Tak lama, kutahu maksud kedatangan seorang tamu di jam tsb. Beliau memberi kabar bahwa tetangga yg hanya berjarak 2 rumah dariku telah meninggal dunia malam tadi. Padahal kemarin sore dia baru mampir ke rumah membeli sebuah air minum galon. Dan pagi ini sudah kudengar bahwa dia telah meninggal. Kabarnya, beliau meninggal karena sakit asam lambung. 
Kemarin terlihat sehat dan hari ini sudah terbujur kaku di rumah sakit terdekat.    
                                     *****
Berkaca dari kisah itu, menyadarkanku jika hidup itu tak pasti. Bolehlah kita rencanakan semuanya dengan sedemikan matang tapi tetaplah Allah jua yg memutuskan. Terkadang kita hanya meremehkan hal2 kecil yg terjadi di sekitar kita namun kita lupa bahwa hidup itu akan berakhir kapanpun dan dimanapun. Allah SWT pun sudah berfirman dlm surat Al-Ankabut ayat 57 yg berbunyi "Tiap-tiap yg berjiwa pasti merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan". Sudah tertulis dengan gamblang bahwasanya kita semua akan merasakan mati. Hanya saja kematian itu adalah sebuah misteri. 

Kematian itu sebuah pemutus segala kenikmatan duniawi. Kapan, dimana bahkan saat bersama siapa kematian akan tetap menjumpai kita. Ibaratnya seperti kita yg sedang menunggu di ruang tunggu. Setiap hari kita akan melewati ruang tunggu dan tdk akan tahu berakhir dimana saat bersama siapa hingga dlm keadaan apa nantinya. Setiap pagi kalian akan terbangun di pagi hari bersiap menjemput rezeki dengan berjalan menuju stasiun dan menunggu. Menunggulah kita di ruang tunggu. Entah kereta jurusan apa yg akan membawa kita, bisa jadi kereta kematian atau malah kereta sebaliknya. 

Jika mati saja tak mengenal apapun maka tugas kita adalah beribadah sebaik2nya. Kumpulkanlah segala kebaikan yg bisa kita jadikan bekal nantinya. Dunia ibarat ruang tunggu yg akan melenakan atau malah..