25 November, bagiku merupakan hari yang spesial. Bukan karena aq berulang tahun namun hari itu adalah hari Guru Nasional. Betapa tak menyangkanya diriku saat pertama kali kutahu bahwa tanggal lahirku bertepatan dengan hari guru itu. Mungkin terasa spesial di tahun ini saja, karena ada hal yang menggembirakan untukku. Mungkinkah kau ingin mengetahuinya? Ah bagiku cukup diriku saja yang tahu sebabnya. Aku hanya ingin membuatmu penasaran karenanya.
25 November, tepat 23 tahun sudah usia diriku ini. Usia berakhirnya masa remaja akhir dan beralih ke masa dewasa. Rasanya masih tak ingin bertambah umur namun hal itu sudah pasti terjadi. Masih banyak hal yang ingin aku wujudkan sebelum usiaku 23 tahun ini. Apa daya, rencanaku tak pernah berjalan sebagaimana mestinya. Ah, tak seharusnya kusesali hari-hariku karena semuanya pastilah suratan takdir Yang Maha Kuasa.
Tepat di tahun ini pula, mungkin tibalah waktuku untuk berubah menjadi lebih baik lagi kedepannya. Berusaha menjadi yang terbaik, serta berusaha belajar menjadi yang terbaik. Dan telah kumantapkan hatiku untuk memilih profesi Guru ini. Yang dimana sebelumnya kujalani dengan setengah hati dan hari ini kumulai tuk belajar mengikhlaskan segala hal. Seperti yang pernah dikatakan seseorang padaku "Kita gak pernah tau kedepannya seperti apa, tapi yang sekarang dijalani saja dulu".
Belajar menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya. Ingatlah, dirimu bukan hanya milikmu tapi milik semua orang yang membutuhkanmu. Kayanya tulisan ini ga nyambung ya dari atas nyampe bawahnya, hehe harap dimaklumi aja dah. See u..
Cari Blog Ini
Selasa, 24 November 2015
Jumat, 12 Juni 2015
Hatiku
Aku menyukaimu, iya..
Aku menyayangimu, pasti..
Namun ku tau,
Diriku bagaikan punguk yang merindukan bulan
Sebatas menyukaimu
Tapi tak bisa menggapaimu
Sebatas menyayangimu
Tapi tak bisa bersamamu
Diriku ini hanyalah ulat kecil
yang tak pernah bisa sampai pada pucukmu
Diriku hanyalah partikel-partikel debu
yang selalu terombang-ambingkan sang angin
Seperti itulah diriku
Menyukaimu dalam keterbatasan
Menyayangimu dalam kediaman
Ingin bertemu dan menyapamu
Namun kita terhalang oleh jarak dan waktu
Hingga akhirnyapun tak bersua
Mimpiku, ingin kuhabiskan seluruh waktuku bersamamu
Mungkinkah itu kan terwujud???
Entahlah, ku tak tahu jawabmu..
Jumat, 20 Maret 2015
Thats a Place
Tempat ini sepi..
namun banyak mengajarkan arti kesabaran..
Tempat ini terpencil..
namun banyak mengajarkan kehangatan
Tempat ini,,
Di sudut lantai 2 yang akan selalu kurindukan..
Enam bulan sudah,,
Aku ikut menjadi bagiannya,,
Bagian yang menyenangkan,,
Bagian yang membosankan,,
Bagian yang ...
Hingga tak sanggup kuungkapkan dengan kata2..
Ingin tak berpisah,,
namun apa daya,,
Ini semua sudah suratan..
Berakhir sudah semuanya di tempat ini..
Semoga semua memori di tempat ini tak lekang oleh waktu..
Akan selalu tergenggam dalam sudut hati terdalam..
namun banyak mengajarkan arti kesabaran..
Tempat ini terpencil..
namun banyak mengajarkan kehangatan
Tempat ini,,
Di sudut lantai 2 yang akan selalu kurindukan..
Enam bulan sudah,,
Aku ikut menjadi bagiannya,,
Bagian yang menyenangkan,,
Bagian yang membosankan,,
Bagian yang ...
Hingga tak sanggup kuungkapkan dengan kata2..
Ingin tak berpisah,,
namun apa daya,,
Ini semua sudah suratan..
Berakhir sudah semuanya di tempat ini..
Semoga semua memori di tempat ini tak lekang oleh waktu..
Akan selalu tergenggam dalam sudut hati terdalam..
Kamis, 19 Maret 2015
..........
yeeey,, seneng banget cz hari ini hari terakhir aq part time. 6 Bulan waktu yang kujalanin di tempat ini. Entah, berapa banyak kebosanan yang terlewati di tempat ini. Tempat ini tak hanya menawarkan kebosanan tapi juga banyak manfaat padaku. Bertemu orang baru dengan karakter baru, bisa lebih dekat juga dengan Sang Pencipta. Terlalu banyak manfaat yang kudapatkan hingga ku tak mampu mengungkapkannya dalam barisan kata-kata.
Tempat ini diselimuti kesepian, namun dilingkupi oleh kehangatan hati mereka yang berkunjung. Bahagianya ketika mampu memberikan solusi jika mereka kesulitan. Bahagianya tak terlukiskan dengan kata-kata. Hanya mampu dirasakan tak mampu terlukiskan. 20 September 2014 aq memulainya di tempat ini, dan tak kusadari tanggal 20 maret 2015 aq harus meninggalkan kantor ini.
Kini sudah waktunya untuk melenggang bebas ke nusantara. Ingin sekali melanglang buana ke nusantara yang bebas. Oleh sebab itu, aq kan memulai hari dengan mendaftar pada program baru. Semoga program itu juga mampu memberikan kenangan pada diriku.
Tempat ini diselimuti kesepian, namun dilingkupi oleh kehangatan hati mereka yang berkunjung. Bahagianya ketika mampu memberikan solusi jika mereka kesulitan. Bahagianya tak terlukiskan dengan kata-kata. Hanya mampu dirasakan tak mampu terlukiskan. 20 September 2014 aq memulainya di tempat ini, dan tak kusadari tanggal 20 maret 2015 aq harus meninggalkan kantor ini.
Kini sudah waktunya untuk melenggang bebas ke nusantara. Ingin sekali melanglang buana ke nusantara yang bebas. Oleh sebab itu, aq kan memulai hari dengan mendaftar pada program baru. Semoga program itu juga mampu memberikan kenangan pada diriku.
Selasa, 17 Maret 2015
Mendung!
Entah kenapa,,
Hari yang awalnya bahagia..
Menjadi keruh oleh saputan warna hitam pekat itu..
Entah,,
Jangan tanya padaku
Karena aku pun takkan tahu jawabannya..
Entah,,
Ingin menjerit saja..
Tapi,, terkungkung di tempat ini
Membuatku sulit untuk melakukannya..
Padamu..
Tak tahukah kau,
bahwa ini semua disebabkan olehmu
Bukan karena hal besar, hanya karena urusan sepele saja..
Tak bisakah kau peka pada hal itu??
Dirimulah penyebab kumpulan mega mendung itu berkumpul..
Dan setelah bosan,
kau tinggalkan begitu saja
Menyebalkan sekali..
Hari yang awalnya bahagia..
Menjadi keruh oleh saputan warna hitam pekat itu..
Entah,,
Jangan tanya padaku
Karena aku pun takkan tahu jawabannya..
Entah,,
Ingin menjerit saja..
Tapi,, terkungkung di tempat ini
Membuatku sulit untuk melakukannya..
Padamu..
Tak tahukah kau,
bahwa ini semua disebabkan olehmu
Bukan karena hal besar, hanya karena urusan sepele saja..
Tak bisakah kau peka pada hal itu??
Dirimulah penyebab kumpulan mega mendung itu berkumpul..
Dan setelah bosan,
kau tinggalkan begitu saja
Menyebalkan sekali..
Minggu, 15 Maret 2015
Negeri Api
Negeri Api, kusematkan nama itu pada negeriku ini. Bukan karna ku tak mencintainya, namun karna begitu dalamnya rasa cintaku pada negeri ini hingga kuberikan julukan itu padanya. Aku mencintainya, tapi apakah semua orang juga begitu?. Who knows??. Di satu tempat, banyak generasi muda yang berlomba untuk mengabdikan ilmunya, namun di sisi lain banyak generasi pertengahan yang sedang merusak bangsa ini. Negeri Api, kunamakan itu bukan karena banyaknya gunung berapi aktif disini, namun karena suatu hal. Tak bisakah julukan itu beralih menjadi Negeri Cinta. Aku hanya ingin negeri yang kutinggali puluhan tahun ini mempunyai julukan yang cantik seperti itu. Karna didalamnya, akan selalu penuh cinta kasih pada sesama dan semua hal yang baik-baik. Namun, agaknya negeri cinta itu hanya angan semata.
Negeri Api, hampir 23 tahun aku berada di dalamnya dan menjadi bagian di dalamnya. Pernah terbersit dalam benakku saat berusia 15 tahun untuk berpindah kewarganegaraan. Bukan karena hal yang serius, tapi benar-benar serius. Di negeri yang kaya ini, bahkan mengemis dijadikan sebuah profesi. Apakah mental masyarakat kita seperti itu?, Who knows??. Bahkan saat inipun, miris sekali rasa hati ini melihat pemberitaan di media. "Yang Uzur yang disidang" begitulah tagline dalam salah satu surat kabar harian negeri ini. Apakah memang seperti itu tugas para petinggi disana, kasus-kasus lama ditumpuk dan setelah dirasa sudah tak mampu barulah disidangkan dengan penuh rekayasa. Bukan hanya sekali dua kali, tapi ini telah terjadi berkali-kali. Hanya ingin tahu, seperti apa logika Bapak Ketua Hakim yang terhormat saat memutuskan perkara tersebut. Bagaimana jika itu terjadi pada saudara-saudara mereka, sekali lagi who knows??.
Ada yang bilang, di negeri ini tidak ada yang namanya kebal hukum. Jika begitu, apakah harus yang tua disidang hanya karena beberapa permasalahan sepele. Sedangkan tikus-tikus di luar sana dibiarkan bebas berkeliaran sedemikian rupa, bahkan telah menggerogoti di setiap tempat yang disinggahi. Apakah begitu sistem hukum kita? ku tak tahu karna aku hanyalah masyarakat awam yang merasa miris dengan apa yang telah terjadi. Kenapa, kenapa selalu permasalahan ditumpuk dan digugatkan saat waktunya tepat. Entah tepat yang seperti apa, mungkinkah tepat untuk menjebaknya, tepat untuk menggeser jabatannya, atau tepat-tepat yang lainnya. Ini bukan sekedar coretan tinta saja karena buktinyapun sudah ada. Seperti contohnya kasus yang menimpa Bapak BW, beliau digugat dengan kasus lama yang belum terselesaikan. Tak hanya Bapak BW, beberapa masyarakat uzur pun mengalaminya. Hanya karena mencuri 3 piring, dituduh memetik kakao di lahan orang, dituduh mencuri 6 batang bambu, dan lain-lainnya mereka harus menjalani persidangan. Bagaimana dengan tikus-tikus gendut berbaju hitam dan tengah ongkang-ongkang kaki di kantornya, apakah ada yang menjeratnya dalam pengadilan. Ah, ketika hukum bisa dibeli dengan uang, semua yang tak beruangpun takkan menang.
Negeriku, maaf bukan maksudku untuk mengkritikmu begitu. Kamu terlalu indah untuk dikritik. Aku hanya tak ingin dirimu ditinggali oleh oknum-oknum seperti itu. Aku tak ingin, dilahanmu yang luas itu tersimpan banyak tikus di bawahnya. Akupun tak ingin, banyak harimau yang akan menerkam mangsanya dengan brutal. Bisakah kamu mengusir mereka, negaraku?. Jika ingin menjadi negeri cinta, kita harus berkorban banyak negaraku. Tak bisakah kau membunuh mati tikus-tikus itu, agar lahan kita tak lagi kebobolan di sana sini. Begitupula dengan harimau, jinakkanlah atau bunuh saja dia agar tak ada lagi nyawa yang merasa diperlakukan tak adil. Maaf sekali negeriku, sekali lagi kukatakan aku tak bermaksud untuk mengkritikmu seperti itu, aku hanya ingin berbagi keluh kesah saja denganmu. Mungkin saja, keluh kesah ini kau dengarkan atau malah kau abaikan. Terimakasih negeriku, karna ku telah dilahirkan dan dibesarkan di tempat indah ini. Maaf, karena ku belum bisa memberikan sesuatu untukmu, namun aku akan berusaha untuk itu.
Terima kasih Negeri Apiku..
Senin, 09 Maret 2015
Asa Bunda
Tersadar, tercetak jelas bentuk jari-jarimu di pipiku. Kau tampar aku dengan tangan besarmu. Kau muntahkan semua sumpah serapahmu padaku, seakan-akan hal itu memuaskan dirimu. Tak cukup sampai disitu, lagi kau tarik rambutku seakan-akan hendak copot dari kepalaku. Selepas itu, dirimu tertawa bahagia sedangkan daku meringkuk kesakitan di pojok ruangan. Tak hanya hari itu, tapi perlakuanmu yang seperti ini sudah sering aku terima sampai-sampai diriku sudah tak mengingat lagi berapa banyak jejak yang tercipta di tubuhku. Akupun sudah tak kuat tinggal lagi bersamamu. Inginku tinggalkan dirimu, namun hati kecilku menolaknya. Tak sampai hati aku meninggalkanmu dengan cara seperti itu.
Entah, apa yang membuatku cocok denganmu. Kau selalu ada buatku begitupun diriku yang selalu menyempatkan diri bertemu denganmu. Bagiku, kaulah soulmateku. Denganmu aku merasa lengkap, semua yang kulakukan bersamamu membuatku bahagia. Karenanya, kita putuskan untuk membangun kehidupan berdua selamanya. Hari itu, tanggal 25 Juni 2009 kau resmi menjadi imamku. Seperti sebelumnya, kuberharap kehidupan kita tak jauh berubah. Seperti lazimnya suami istri, hidup kita selalu dilingkupi dengan kebahagiaan. Kuberharap kebahagiaan ini tak hilang selamanya.
#
10 Tahun yang lalu, kita bertemu secara tak sengaja. Mungkin memang takdir yang mempertemukan kita saat itu. Di dermaga, kita bertemu. Aku yang saat itu ingin menemui sobatku secara tak sengaja bertabrakan denganmu. Terburu-buru, ku hanya meminta maaf sambil lalu. Berlari, kuingin temui sobatku disana. Namun, yang terjadi dia telah pergi menaiki kapalnya. Salahku yang datang terlambat, membuatnya menunggu hingga 2 jam di dermaga itu hingga akhirnya meninggalkanku dalam waktu yang lama. Lunglai, kuarahkan langkah kakiku menuju perjalanan pulang kembali. Lagi-lagi tak sengaja ku menabrak orang. Kembali meminta maaf padanya dan saat itulah pertama kalinya kau sapa diriku. "Lagi-lagi kau menabrakku", katamu saat itu, reflek kuangkat kepalaku dan kulihat dirimu. Aku merasa tak mengenalmu hingga kau jelaskan padaku kejadian sebelumnya. Sejak saat itu, kitapun menjadi dekat.Entah, apa yang membuatku cocok denganmu. Kau selalu ada buatku begitupun diriku yang selalu menyempatkan diri bertemu denganmu. Bagiku, kaulah soulmateku. Denganmu aku merasa lengkap, semua yang kulakukan bersamamu membuatku bahagia. Karenanya, kita putuskan untuk membangun kehidupan berdua selamanya. Hari itu, tanggal 25 Juni 2009 kau resmi menjadi imamku. Seperti sebelumnya, kuberharap kehidupan kita tak jauh berubah. Seperti lazimnya suami istri, hidup kita selalu dilingkupi dengan kebahagiaan. Kuberharap kebahagiaan ini tak hilang selamanya.
#
Manusia selalu merencanakan, Tuhanlah yang menentukan. Tepat 2 tahun usia pernikahan kita, kau berubah. Entah, atas sebab apa kau berubah. Tak lagi kutahu dirimu, kau benar-benar berbeda dengan sosok yang selama ini kukenal. Awal petaka itu bermula dari dipecatnya dirimu dari pekerjaannmu. Sejak saat itu, kau selalu mengeluh dan mulai bermain kasar. Awalnya, setiap kali kau memukulku, kau seperti tak sadar saat melakukannya. Ketika kau menyadari telah memukulku, kau berubah menjadi pribadi yang kukenal. Pribadi penuh kasih itu. Aku memang kesakitan namun aku tak mau kau makin terpuruk karena hal itu. Kutabahkan diriku tiap kali kau berubah. Kutangisi diriku karenanya. Hingga hari ini, tak kupedulikan lagi sakit tubuhku. Aku hanya menyimpan harapan padamu, semoga kau kembali menjadi sosokmu yang dulu. Sosok penuh kasih sayang itu. Selama asa itu ada, aku akan selalu kuat dengan segala hal yang kau lakukan terhadapku, SuamikuMinggu, 08 Maret 2015
Tergantung di langit
Melihatmu, hanya itu yang kumau. Tak bisakah kulihat dirimu saat ini, hanya untuk memuaskan dahaga rinduku ini. Aku tak meminta banyak pada Tuhan, aku hanya meminta untuk bisa melihatmu saja. Kamu yang selalu menemaniku hingga saat ini. Diriku hanya bisa membayangkan dirimu dalam wujud yang sempurna, mungkin terlalu sempurna untuk menyerupaimu. Aku takut bayanganku itu membuatku tak bisa menerima dirimu sepenuhnya nanti.
Kamu selalu berkata, "Tak usahlah bingung, aku akan selalu di dekatmu". Kalimatmu selalu menenangkan diriku. Walaupun hanya ucapan salam atau dekapan tangan telah mampu membuatku tenang. Setiap hari, kau ceritakan semua hal yang kau alami padaku, dan kulukiskan dengan imajinasiku semua gambaran itu. Pernahkah kau sadar jika aku bahagia denganmu disampingku? Mungkin tidak, karena seringkali ku mendengar tangisanmu dalam tidurku. Kau selalu menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi padaku. Aku tak menyalahkanmu, malah kejadian itu membuatku tersadar akan arti dirimu seutuhnya.
#
5 Tahun yang lalu, kejadian itu masih terekam kuat di memoriku. Aku dengan sombongnya berlari menjauh darimu. Bahkan ku tak sangka justru itulah akhir dari segalanya. Terkapar tak berdaya di tengah jalan raya itu, bersimbah darah di sekujur tubuhku. Tak sanggup kuingat lagi apa yang telah terjadi padaku, yang ku ingat hanyalah hamparan aspal berdarah itu. Berhari-hari setelahnya, jiwaku bagaikan terapung dalam atmosfir bumi ini. Aku melayang sesuka hatiku, mengikuti sang bayu ke semua tempat yang dikunjunginya. Aku merasa bahagia, namun juga merasa aneh. Aneh karena ku tak bisa lagi menyapa semua orang yang kutemui dan bahagia karena ku menemukan petualangan baru.
#
"Dia koma, saya belum bisa memastikan keadaannya seperti ini sampai kapan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuknya", itulah kata-kata yang diucapkan dokter.
Tersapu angin
Hari ini, dalam diam ku berharap..
Dalam diam, kupanjatkan sebersit doa tentangmu..
Seakan membuat pembenaran
tentang takdir diantara kita..
Menjauh perlahan..
Hendak meninggalkan kenangan di kota ini
Tak banyak yang perlu kau tahu..
hanya segelintir kenangan saja yang patut kau ingat..
Selebihnya, lupakan saja
Aku terkesan memaksa pada tuhan,,
Kupaksakan semua tentangmu pada-Nya..
Ah, hanya impian terpendam saja semua tentangmu..
Tak lagi kupenuhi otakku dengan segala imajinasi tentangmu..
Terlalu sering ku berangan-angan tentangmu..
Bukan hanya tentangmu saja, tetapi tentang kita
Kali ini, berusaha keras..
Benar-benar berusaha untuk melupakanmu..
Semua hal tentangmu
Sampai-sampai ku berharap ada alat penghapus ingatan itu
Yang akan kugunakan untuk menghapus semua tentangmu...
Sekarang kuyakini,
mungkin pertemuan kita merupakan musibah
Musibah untukku,
Hingga menginginkan kenangan ini tersapu angin saja...
Dalam diam, kupanjatkan sebersit doa tentangmu..
Seakan membuat pembenaran
tentang takdir diantara kita..
Menjauh perlahan..
Hendak meninggalkan kenangan di kota ini
Tak banyak yang perlu kau tahu..
hanya segelintir kenangan saja yang patut kau ingat..
Selebihnya, lupakan saja
Aku terkesan memaksa pada tuhan,,
Kupaksakan semua tentangmu pada-Nya..
Ah, hanya impian terpendam saja semua tentangmu..
Tak lagi kupenuhi otakku dengan segala imajinasi tentangmu..
Terlalu sering ku berangan-angan tentangmu..
Bukan hanya tentangmu saja, tetapi tentang kita
Kali ini, berusaha keras..
Benar-benar berusaha untuk melupakanmu..
Semua hal tentangmu
Sampai-sampai ku berharap ada alat penghapus ingatan itu
Yang akan kugunakan untuk menghapus semua tentangmu...
Sekarang kuyakini,
mungkin pertemuan kita merupakan musibah
Musibah untukku,
Hingga menginginkan kenangan ini tersapu angin saja...
Minggu, 01 Maret 2015
Welcome March!!
Haloo Maret!!!
Gag terasa udah bulan Maret aja,, waktu yang berjalan cepat seakan tak mau tuk menunggu diriku..
Seperti bulan kemarin, Februari..
Bulan yang penuh cinta dan ditutup dengan sedikit duka yang ada..
Maret, berarti telah lewat Februari kita..
Kita?? iya kita..
Kita itu kau dan aku..
Walaupun tak tercetak jelas kenangan yang ada,
Namun sudah pasti terpatri dalam hati..
Tahukah kau??
Februari kemarin adalah momen-momen kita..
Momen bagiku untuk berbahagia dan sekaligus berduka
Mungkinkah kamu menyadarinya,,
Ah, bagaikan punguk merindukan bulan,
Yang pasti adalah kau tak pernah menyadarinya
Hingga kuputuskan untuk mengakhiri saja apa yang ada..
Februari kemarin,,
Kuputuskan menutup semua lembaran kelam di kota ini,
Kuputuskan mengakhiri semua cerita yang menggantung..
Kuputuskan untuk tak lagi menengok kenangan masa lalu itu,
Kukuatkan diriku untuk melangkah,, Pergi menjauh
Dan saat ini, Maretpun bertamu..
Kuberharap Maret akan menjadi bulan yang penuh kebahagiaan..
Kebahagiaan bagi diriku ..
Kebahagiaan mutlak yang kuciptakan sendiri
Dengan seluruh hal yang ada di dunia ini..
Welcome March!!!
Be Nice Month yaa,,
n Always giving me happy
Gag terasa udah bulan Maret aja,, waktu yang berjalan cepat seakan tak mau tuk menunggu diriku..
Seperti bulan kemarin, Februari..
Bulan yang penuh cinta dan ditutup dengan sedikit duka yang ada..
Maret, berarti telah lewat Februari kita..
Kita?? iya kita..
Kita itu kau dan aku..
Walaupun tak tercetak jelas kenangan yang ada,
Namun sudah pasti terpatri dalam hati..
Tahukah kau??
Februari kemarin adalah momen-momen kita..
Momen bagiku untuk berbahagia dan sekaligus berduka
Mungkinkah kamu menyadarinya,,
Ah, bagaikan punguk merindukan bulan,
Yang pasti adalah kau tak pernah menyadarinya
Hingga kuputuskan untuk mengakhiri saja apa yang ada..
Februari kemarin,,
Kuputuskan menutup semua lembaran kelam di kota ini,
Kuputuskan mengakhiri semua cerita yang menggantung..
Kuputuskan untuk tak lagi menengok kenangan masa lalu itu,
Kukuatkan diriku untuk melangkah,, Pergi menjauh
Dan saat ini, Maretpun bertamu..
Kuberharap Maret akan menjadi bulan yang penuh kebahagiaan..
Kebahagiaan bagi diriku ..
Kebahagiaan mutlak yang kuciptakan sendiri
Dengan seluruh hal yang ada di dunia ini..
Welcome March!!!
Be Nice Month yaa,,
n Always giving me happy
Selasa, 24 Februari 2015
Hidayah
Sudah lama tak tersentuh,,
Hingga usang dan berdebu..
Ahh,, bosen. Hanya kata bosan yang setiap hari dilontarkan Rani. Dia menghabiskan waktunya dengan berselancar ke dunia maya, mulai dari satu sosmed hingga sosmed lainnya. Dia mulai bosan dengan segala kehidupan monotonnya, tapi dia juga merasa tiada berkawan. Jenuh, jemu, dan semua hal tentang kebosanan tengah menghinggapi hatinya. Sebenarnya, dia gag bosen-bosen banget sih, cuman ya itu dia ngerasa ga punya temen buat nyeritain apa yang dia rasain. Semua temen-temennya uda pada sibuk sendiri-sendiri, ga ada yang peduli juga saat dia pengen cerita. Saking bosennya, dia memutuskan untuk membuat blog, entah blog apa yang pasti dia harus buat.
Hingga usang dan berdebu..
Ahh,, bosen. Hanya kata bosan yang setiap hari dilontarkan Rani. Dia menghabiskan waktunya dengan berselancar ke dunia maya, mulai dari satu sosmed hingga sosmed lainnya. Dia mulai bosan dengan segala kehidupan monotonnya, tapi dia juga merasa tiada berkawan. Jenuh, jemu, dan semua hal tentang kebosanan tengah menghinggapi hatinya. Sebenarnya, dia gag bosen-bosen banget sih, cuman ya itu dia ngerasa ga punya temen buat nyeritain apa yang dia rasain. Semua temen-temennya uda pada sibuk sendiri-sendiri, ga ada yang peduli juga saat dia pengen cerita. Saking bosennya, dia memutuskan untuk membuat blog, entah blog apa yang pasti dia harus buat.
#
Satu minggu berlalu, Rani telah membuat blog yang diisinya dengan segala hal yang dia rasakan, dia tak peduli entah itu pujian atau makian yang akan mampir dalam blognya. Dia merasa benar-benar frustasi dengan hidupnya. Banyak hal yang tidak sesuai dengan rencana yang telah disusunnya. Dia bosan, Dia muak, Dia jenuh dan apalah itu yang sanggup menggambarkan kebosanannya. Tiada hari tanpa mengutak-atik semua sosmed yang dia punya, tak terkecuali blog yang baru dibuatnya. Ternyata, blog barunyapun tak bisa mengatasi rasa bosan yang dihadapinya, hanya tertumpahkan sementara waktu dan sisanya tetap mengerak dalam kubang kebosanan.
Walaupun sudah berkali-kali berkata bosan, tetap saja hobinya berselancar di dunia maya tidak ditinggalkannya, malah semakin menjadi-jadi. Hingga suatu hari dia menemukan sebuah nasihat tentang sebuah buku yang dimiliki penulis, dia tak ingat jika dia pun memiliki buku itu. Dalam nasihatnya, si penulis mengungkapkan tentang obat kehidupan, selalu ada baik saat senang, sedih, merasa sendiri, galau, dan semua perasaan manusiawi lainnya. Dia pun menjadi penasaran dengan buku yang dimaksud penulis. Diberanikannya bertanya pada penulis itu melalui akun sosmednya, namun sehari dua hari juga belum dibalas hingga dia pun penasaran. Apa sih yang dimaksud penulis ini, bikin penasaran aja, rutuknya dalam hati. Hingga diapun tidak mengingatnya kembali.
Seminggu kemudian, sang penulispun menjawab pertanyaan Rani. Namun, Rani belum puas, karena penulis tersebut tidak menyebutkannya secara gamblang, namun hanya dengan isyarat. Isyaratnya seperti ini,aku dimiliki oleh tiap orang yang mengaku muslim, namun kadang diriku hanya diletakkan di sembarang tempat, aku tak pernah dibaca, terkadang dianggap sebagai jimat. Kamu pasti mengetahuiku, cobalah ingat kembali dimana kau meletakkanku??. Terkesiap, Rani mendapat balasan seperti itu, namun dirinya belum menemukan jawabannya. Rani pun meminta penulis untuk mengirimkan gambar bukunya, karena dirinya masih belum menemukan jawabannya. Kali ini permintaan Rani segera dijawab oleh penulis itu, dia mengirimkan gambar buku itu dan langsung dilihat oleh Rani. Rani lagi-lagi terkejut dengan apa yang dilihatnya. Gambar buku yang dikirimkan itu adalah buku yang dia punyai dan diletakkannya di loteng kamar. Bergegas, dia ambil buku itu, buku yang di sampul depannya tertulis "Al-quran". Seketika, dia menangis tersedu melihat bukunya telah usang dan berdebu. Dirinyapun tersadar, dan berniat untuk kembali pada Sang Pencipta-Nya.
Kini tak lagi kuucapkan kata-kata itu,,
Kini tak lagi ku habiskan waktuku dengan berselancar,,
Kini tak lagi ku habiskan waktuku dengan berselancar,,
Namun kini akan kuhabiskan waktuku untuk memadu kasih-Mu, Ya Ilahi Robbi..
Diriku malu terlalu sering mengeluh padamu,,
Diriku malu menghabiskan waktuku pada hal tak berguna itu,,
Diriku malu menghabiskan waktuku pada hal tak berguna itu,,
Namun, kini ku tak ingin malu lagi untuk menghadap-Mu, Ya Tuhanku..
Maafkan diriku yang pernah menyia-nyiakanmu ...
Selasa, 17 Februari 2015
Malaikat Pelindungku
Ayah
Seorang manusia yang dikirimkan tuhan padaku
Begitu juga Bunda..
Ayah,,
Dalam diammu kau menyayangiku
Dalam diammu kau sungguh-sungguh menyayangiku
Dan dalam diammu, kau menangis untukku
Ayah,,
Tak banyak hal yang kita bicarakan bersama
Tak banyak interaksi yang kita lakukan
Hanya sebatas kalimat apa kabar,
Hingga membuat interaksi yang kita buat terasa canggung..
Ayah,,
Ingin kumulai untuk berbincang denganmu
Ingin kumulai berdebat denganmu tentang segala hal
Ingin bisa ku bermanja-manja denganmu
Ayah,,
Ingin kumenangis didepanmu
Ingin ku dipeluk olehmu
Ingin ku bersama denganmu selamanya
Ayah,,
Maafkan aku..
Aku hanyalah putrimu yang selalu canggung
Canggung saat akan berbicara dan melakukan semua hal denganmu
Diamku padamu bukan karna ku marah padamu..
Diamku itu isyarat sayangku padamu ayah
Tak seperti pada Bunda,,
Yang dengan gampangnya kuucapkan kalimat-kalimat sayang padanya
Akupun sayang padamu Ayah
Hanya tak sanggup bila kuucapkan melalui kata-kata
Aku tahu Ayah..
Dirimu selalu menungguku..
Selalu mendukungku saat semua orang acuh padaku
Aku tahu Ayah,,
Kau menyayangiku walaupun tak pernah kau ucapkan
Sorot matamu selalu mengatakan itu
Namun aku tahu Ayah
Bagimu kebahagiaanku itu yang terpenting
Bagimu tawaku itu yang utama
Tak ingin kau melihat diriku bersedih
Hingga kau berusaha mewujudkan segala yang kuinginkan
Ayah,,
Ingin sekali kau kupeluk
Dan kubisikkan
“Aku sayang Ayah”…
“Aku bangga memiliki Ayah sepertimu”
Kamis, 12 Februari 2015
Rasional
Mencoba berfikir rasional di tengah ketidakrasionalan yang terjadi..
Bagaimana itu berfikir rasional?
Tanya awan pada langit
Berfikir menggunakan logika, itu namanya rasional
jawab langit..
Sesederhana itukah??
Ketika berfikir rasional itu sederhana,,
Kenapa ku tak pernah bisa rasional denganmu
Seorang "teman biasa" bagiku
Ah kemana rasionalitas akalku itu??
Aku yang selalu berfikir rasional,
Bahkan harus bertekuk lutut pada sebuah kata
Bahkan harus kehilangan akal sehat,
Semua itu hanya gara-gara sebuah kata...
Rasionalitas yang selama ini kujunjungpun menguap
Jika itu semua dihubungkan denganmu..
Bahkan hingga detik ini, masih saja begitu..
Aku tahu aku mulai berfikir rasional tentangmu,,
Namun ada hal lain yang lagi-lagi menghalangi rasionalitas pikiranku..
Tabir itu sudah terbuka
Bagiku, tak ada celah untuk irasional padamu..
Namun, apa???
Yang terjadi sebaliknya
Hanya berharap sang waktu dapat menghapusnya
Entah butuh berapa lama,,
Tapi kupastikan, kau akan terhapus
Hingga ku bisa tertawa lepas mengenang semua kenangan bodoh ini..
Bagaimana itu berfikir rasional?
Tanya awan pada langit
Berfikir menggunakan logika, itu namanya rasional
jawab langit..
Sesederhana itukah??
Ketika berfikir rasional itu sederhana,,
Kenapa ku tak pernah bisa rasional denganmu
Seorang "teman biasa" bagiku
Ah kemana rasionalitas akalku itu??
Aku yang selalu berfikir rasional,
Bahkan harus bertekuk lutut pada sebuah kata
Bahkan harus kehilangan akal sehat,
Semua itu hanya gara-gara sebuah kata...
Rasionalitas yang selama ini kujunjungpun menguap
Jika itu semua dihubungkan denganmu..
Bahkan hingga detik ini, masih saja begitu..
Aku tahu aku mulai berfikir rasional tentangmu,,
Namun ada hal lain yang lagi-lagi menghalangi rasionalitas pikiranku..
Tabir itu sudah terbuka
Bagiku, tak ada celah untuk irasional padamu..
Namun, apa???
Yang terjadi sebaliknya
Hanya berharap sang waktu dapat menghapusnya
Entah butuh berapa lama,,
Tapi kupastikan, kau akan terhapus
Hingga ku bisa tertawa lepas mengenang semua kenangan bodoh ini..
Rabu, 11 Februari 2015
Diri
Mendung menggelayut di ujung langit
Bersiap menumpahkan serdadu-serdadu tempurnya
Menyiapkan segala persenjataan
Untuk perang kali ini
Dirikupun tak luput
Menjadi korban dari perang yang kau siapkan
Bergegas ku terjang perang ini
Namun, diriku tetaplah kalah
Kalah dengan serdadu tempur yang telah kau luncurkan
Menjauhpun percuma,
Karena serdadu tempurmu tak pandang bulu
Dia menyerang, menyerang dan semakin menyerang
Beringas dan kejam serdadumu ini..
Dirikupun terlupa dengan diri
Kebasahan namun kering
Berlari namun terdiam
Tergesa namun terpaku
Diriku terjebak dengan diri
Diri menerjang semua hambatan
Namun raga tak mau bekerja sama
Diri menangis mengeluhkan semua ini
Namun raga teronggok diam tak berdaya
Diri berteriak ingin didengar
Namun raga ini membisu terkunci rapat
Diri tersenyum tak bergairah
Namun raga menutup diri rapat-rapat
Tak tahulah,,
Apa yang tengah terjadi dengan diri
Dia mulai berontak dengan diriku
Hingga dirikupun tak berdaya
Seakan tak mengerti apa yang dia mau
Mungkinkah kalian bisa mengetahuinya??
Jika bisa, bantulah diriku ...
Bersiap menumpahkan serdadu-serdadu tempurnya
Menyiapkan segala persenjataan
Untuk perang kali ini
Dirikupun tak luput
Menjadi korban dari perang yang kau siapkan
Bergegas ku terjang perang ini
Namun, diriku tetaplah kalah
Kalah dengan serdadu tempur yang telah kau luncurkan
Menjauhpun percuma,
Karena serdadu tempurmu tak pandang bulu
Dia menyerang, menyerang dan semakin menyerang
Beringas dan kejam serdadumu ini..
Dirikupun terlupa dengan diri
Kebasahan namun kering
Berlari namun terdiam
Tergesa namun terpaku
Diriku terjebak dengan diri
Diri menerjang semua hambatan
Namun raga tak mau bekerja sama
Diri menangis mengeluhkan semua ini
Namun raga teronggok diam tak berdaya
Diri berteriak ingin didengar
Namun raga ini membisu terkunci rapat
Diri tersenyum tak bergairah
Namun raga menutup diri rapat-rapat
Tak tahulah,,
Apa yang tengah terjadi dengan diri
Dia mulai berontak dengan diriku
Hingga dirikupun tak berdaya
Seakan tak mengerti apa yang dia mau
Mungkinkah kalian bisa mengetahuinya??
Jika bisa, bantulah diriku ...
Jumat, 06 Februari 2015
The Power of Love
Rasa suka ini mungkin akan memudar,,
Tapi aku masih bisa membangunnya kembali
Jika itu maumu..
Dan bisa meruntuhkannya seketika
Bila itu maumu..
Tak tau harus bagaimana dan seperti apa..
Kau menghabiskan waktumu untuk berpetualang
Entah berpetualang pada gadis-gadis
atau pada hal lainnya..
Sementara aku
Menghabiskan waktuku hanya dengan membuat barisan-barisan puisi
Puisi-puisi yang kata orang bertemakan cinta
Yah, cintapun bisa mengubahku menjadi seorang yang puitis..
Kata teman, aku jatuh cinta
Karena mereka membaca puisi-puisi yang kutulis
Menyimpulkan bahwa diriku tengah jatuh cinta
Apakah seperti itu memang,
Jika kita jatuh cinta maka apapun yang kita tulis
Akan menjadi barisan tulisan bermaknakan cinta..
Entahlah, itu anggapan mereka..
Bagiku, mungkin aku memang sedang jatuh cinta..
Tapi salahkah aku, jika aku menuliskannya dalam barisan kata-kata
Dari dulu, aku memang suka menulis rangkaian kata-kata
Tapi hanya sebatas kertas dan akhirnya terabaikan
Aku ingin belajar berpuisi,
Menuliskan berbagai perasaan-perasaan yang kualami
Entah itu jatuh cinta, patah hati, senang, ataupun sedih..
Aku hanya ingin menuliskannya dan berharap rangkaian kata-kata ini tersampaikan padanya
Pada seseorang yang tengah asyik berpetualang,
Entah berpetualang dengan siapa dan dimana,,
Yang pasti, saat ini dia tengah berpetualang,,
Sebelum akhirnya pulang padaku :D
Kutunggu dirimu yang tengah berpetualang
Tapi aku masih bisa membangunnya kembali
Jika itu maumu..
Dan bisa meruntuhkannya seketika
Bila itu maumu..
Tak tau harus bagaimana dan seperti apa..
Kau menghabiskan waktumu untuk berpetualang
Entah berpetualang pada gadis-gadis
atau pada hal lainnya..
Sementara aku
Menghabiskan waktuku hanya dengan membuat barisan-barisan puisi
Puisi-puisi yang kata orang bertemakan cinta
Yah, cintapun bisa mengubahku menjadi seorang yang puitis..
Kata teman, aku jatuh cinta
Karena mereka membaca puisi-puisi yang kutulis
Menyimpulkan bahwa diriku tengah jatuh cinta
Apakah seperti itu memang,
Jika kita jatuh cinta maka apapun yang kita tulis
Akan menjadi barisan tulisan bermaknakan cinta..
Entahlah, itu anggapan mereka..
Bagiku, mungkin aku memang sedang jatuh cinta..
Tapi salahkah aku, jika aku menuliskannya dalam barisan kata-kata
Dari dulu, aku memang suka menulis rangkaian kata-kata
Tapi hanya sebatas kertas dan akhirnya terabaikan
Aku ingin belajar berpuisi,
Menuliskan berbagai perasaan-perasaan yang kualami
Entah itu jatuh cinta, patah hati, senang, ataupun sedih..
Aku hanya ingin menuliskannya dan berharap rangkaian kata-kata ini tersampaikan padanya
Pada seseorang yang tengah asyik berpetualang,
Entah berpetualang dengan siapa dan dimana,,
Yang pasti, saat ini dia tengah berpetualang,,
Sebelum akhirnya pulang padaku :D
Kutunggu dirimu yang tengah berpetualang
Kamis, 05 Februari 2015
Manusia Bodoh
Bodoh,,
Berkali-kali kata itu meluncur dari mulutmu
Berkali-kali pula kau maki diriku dengan kata itu
Yah kuakui,,
Aku memang manusia bodoh
Tetap membiarkanmu bercokol dalam sudut tergelap hati ini..
Aku memang bodoh..
Membiarkanmu mengambil alih diriku..
Membiarkanmu mempengaruhiku
Hingga ku tak berdaya karenanya..
Sekali lagi,
Diriku hanyalah manusia bodoh
Yang tak bisa lepas dari cengkeramanmu..
Mencoba berontak sekuat tenaga
Tapi yang kudapat
hanya terperosok semakin dalam..
Kuakui diriku memang bodoh
Saking bodohnya,,
Tak sadar ku mengikuti jejakmu
Tak kusangka kau menggiringku
Terjatuh dalam tipu dayamu..
Aku memang manusia bodoh
Inginku teriakkan kata-kata itu
Agar kalian tau,, betapa bodohnya aku
Betapa susahnya menahan ini semua
Berontakpun ku tak kuasa
Hanya dengan Doa ku ingin melawanmu
Melibasmu tiada ampun
Mungkinkah kau terlibas habis??
Entahlah,,
Mungkin hanya Tuhan yang tau
Rabu, 04 Februari 2015
Mimpi
Jatuh, seperti ditumpahkan..
Setelah sekian lama tertahan
Berkerak dalam kediaman..
Terbang, seperti dihempaskan..
Setelah sekian lama terdiam
Melayang tanpa kepastian..
Menari, itulah yang kalian lakukan
Seakan mengejekku yang tengah terpaku
Tersenyum, itu juga yang kalian lakukan
Saat diriku tengah menatap kalian
Dengan fasihnya, kau melenggak-lenggokkan tubuhmu
Dengan sinisnya, kau berikan senyummu padaku
Kalian mencoba menggugahku,,
Mencoba menyenggol diriku,,
Ku Terusik olehmu,,
Terbangun dan
"Untung hanya mimpi"...
Senin, 02 Februari 2015
Pada Cinta
Pada Langit,,
Pada Awan,,
Pada Bayu,,
Ku titipkan salamku padamu..
Pada Almari,,
Pada Meja,,
Pada Kursi,,
Ku bayangkan dirimu..
Pada Dinding,,
Pada Kertas,,
Pada Seonggok daging,,
Ku tuliskan namamu..
Seabadpun diriku tak mengenalmu,,
Sewindupun juga demikian,,
Setahun apalagi..
Namun hanya sebulan,,
Yaa hanya sebulan waktuku mengenalmu
Tak pernah lebih ataupun kurang..
Tapi sebulan itu telah menjadikanku yakin padamu..
Mungkin kau kan bertanya,,
Bagaimana bisa yakin, jika bersama saja tidak?
Terus terang, akupun tak bisa menjawabnya.
Yang kurasakan hanya keyakinan saja, tanpa sebab yang pasti..
Janganlah kau tanyakan hal yang tak bisa kujawab..
Aku hanya merasakannya,,
dan diriku hanya membaginya padamu..
Ku tak memintamu untuk bertanggung jawab
atas apa yang telah terjadi padaku..
Karna itu hakku,
Hak diriku untuk menyukaimu..
Dan kuharap dirimu memakluminya..
Namun, jika memang kita tak ditakdirkan bersama..
Maka jangan kau minta diriku untuk menghapusmu dari diriku..
Ku akan menghapusmu dengan caraku sendiri
Dan kuharap kaupun mengerti..
Satu pintaku padamu,,
Janganlah ada jarak diantara kita..
Setelah apa yang terjadi sebelumnya di antara kita..
Yah,, diantara kita saja..
Kamis, 29 Januari 2015
Selembar
Selembar dirimu,,
Membuat orang senang..
Membuat orang sedih..
Membuat orang galau
dan membuat perubahan-perubahan bagi manusia
Selembar saja,,
Kupunya dirimu
Dia punya dirimu
dan Mereka semuapun memilikimu
Namun, dunia tak bersorak karnanya..
Selembar,,
Yang hanya berarti satu lembar
Sama namun berbeda pada tiap orang
Apalah sihirmu ini??
Kau sanggup membuat semua orang
Bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya..
Bahkan hingga menggadaikan nuraninya
Demi memilikimu berlembar-lembar..
Membuat orang senang..
Membuat orang sedih..
Membuat orang galau
dan membuat perubahan-perubahan bagi manusia
Selembar saja,,
Kupunya dirimu
Dia punya dirimu
dan Mereka semuapun memilikimu
Namun, dunia tak bersorak karnanya..
Selembar,,
Yang hanya berarti satu lembar
Sama namun berbeda pada tiap orang
Apalah sihirmu ini??
Kau sanggup membuat semua orang
Bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya..
Bahkan hingga menggadaikan nuraninya
Demi memilikimu berlembar-lembar..
Selasa, 27 Januari 2015
Dunia
Jatuh, berserak dan menyampah..
Tersapu angin barat, kencang menerjang
Bangkit, terseok dan luruh tak berdaya
Tertimbun pasir pantai, berat menyesakkan
Angin timur menerjang, penuh dendam
Terhempas nan jauh ke peradaban
Ombak lautan menggulung, kejam tak terkira
Terlumat habis tak berdaya
Inikah Dunia??
Ya, jawabmu..
Lewat hembusan angin malam yang kejam
Tersapu angin barat, kencang menerjang
Bangkit, terseok dan luruh tak berdaya
Tertimbun pasir pantai, berat menyesakkan
Angin timur menerjang, penuh dendam
Terhempas nan jauh ke peradaban
Ombak lautan menggulung, kejam tak terkira
Terlumat habis tak berdaya
Inikah Dunia??
Ya, jawabmu..
Lewat hembusan angin malam yang kejam
Kamis, 22 Januari 2015
Untitled
Entah, apa yang ingin kutuliskan..
Kubiarkan saja sepasang tanganku ini menari-nari
Entah, karena apa pula,,
Rasanya tak dapat digambarkan dengan kata
Mungkin hanya dengan menyelaminya,
Kau kan mengerti ...
Kosong,
Hanya itu..
Hampa,
Memang itu..
Sepi,
Sunyi sendiri..
Semua kata terasa tak sanggup tuk melukiskannya
Terlalu banyak kalimat-kalimat yang akan berjejalan keluar
Hingga semua kalimat itu tertahan,
Bahkan sebelum termuntahkan
Dalam goresan tinta merah
Apa, Mengapa, Siapa, Dimana
Tak sanggup diriku menjawab
Yang kurasa hanya kosong
Yang kurasa hanya hampa
Yang kurasa hanya sepi..
Ingin kutumpahkan apa yang kurasa,
Tapi ku tak tahu pada siapa ku harus membaginya
Ku tak tahu bagaimana memulainya
Mungkinkah cerita ini harus digoreskan melalui tinta merah??
Tinta merah..
Ya hanya tinta merah, pikirku
Dirikupun menyeringai membayangkan tinta merah ini..
Dan dirikupun mulai menuliskannya..
Ya, dengan tinta merah akan kutuliskan semuanya
Agar kalian mengerti diriku..
Kubiarkan saja sepasang tanganku ini menari-nari
Entah, karena apa pula,,
Rasanya tak dapat digambarkan dengan kata
Mungkin hanya dengan menyelaminya,
Kau kan mengerti ...
Kosong,
Hanya itu..
Hampa,
Memang itu..
Sepi,
Sunyi sendiri..
Semua kata terasa tak sanggup tuk melukiskannya
Terlalu banyak kalimat-kalimat yang akan berjejalan keluar
Hingga semua kalimat itu tertahan,
Bahkan sebelum termuntahkan
Dalam goresan tinta merah
Apa, Mengapa, Siapa, Dimana
Tak sanggup diriku menjawab
Yang kurasa hanya kosong
Yang kurasa hanya hampa
Yang kurasa hanya sepi..
Ingin kutumpahkan apa yang kurasa,
Tapi ku tak tahu pada siapa ku harus membaginya
Ku tak tahu bagaimana memulainya
Mungkinkah cerita ini harus digoreskan melalui tinta merah??
Tinta merah..
Ya hanya tinta merah, pikirku
Dirikupun menyeringai membayangkan tinta merah ini..
Dan dirikupun mulai menuliskannya..
Ya, dengan tinta merah akan kutuliskan semuanya
Agar kalian mengerti diriku..
Selasa, 20 Januari 2015
Sajak Tak Sempurna
Tercetak jelas langkah kaki di atas pasir itu
Tercetak juga kisahku di tiap langkah
Ku tak ingin menghapusnya
Namun, hanya berharap sang ombak mampu menghapusnya
Riak-riak ombak saling berkejaran
Seakan-akan hendak menerkam diriku
Kupasrahkan saja,
Ribuan ombak itu menggulung diriku
Kupejamkan mata dan bersiap menyambutnya
Sayang beribu sayang...
Mendekatpun kau tak mau..
Bagaimana bisa kita akan bercengkrama bersama..
Ingin kusampaikan,,
Pada langit, matahari, awan, ombak dan pasir
Semua yang kurasa saat ini
Entah darimana ku kan memulai
Jika barisan burung camar itu tak segera pulang
Terbersit dalam benakku,
Jika ku menjadi sepertimu
yang bebas melanglang buana,
Menikmati setiap panorama
Berhenti di setiap view yang indah
Dan melepaskan segala penat di situ..
Mungkinkah ku bisa??
Sajak ini tak kan sempurna..
Tanpa goresan tintamu..
Takkan sempurna,,
Jika ini hanya pemikiranku saja
Bolehkah ku bertanya padamu,,
Bisakah kau sempurnakan sajak ini untukku??
Tercetak juga kisahku di tiap langkah
Ku tak ingin menghapusnya
Namun, hanya berharap sang ombak mampu menghapusnya
Riak-riak ombak saling berkejaran
Seakan-akan hendak menerkam diriku
Kupasrahkan saja,
Ribuan ombak itu menggulung diriku
Kupejamkan mata dan bersiap menyambutnya
Sayang beribu sayang...
Mendekatpun kau tak mau..
Bagaimana bisa kita akan bercengkrama bersama..
Ingin kusampaikan,,
Pada langit, matahari, awan, ombak dan pasir
Semua yang kurasa saat ini
Entah darimana ku kan memulai
Jika barisan burung camar itu tak segera pulang
Terbersit dalam benakku,
Jika ku menjadi sepertimu
yang bebas melanglang buana,
Menikmati setiap panorama
Berhenti di setiap view yang indah
Dan melepaskan segala penat di situ..
Mungkinkah ku bisa??
Sajak ini tak kan sempurna..
Tanpa goresan tintamu..
Takkan sempurna,,
Jika ini hanya pemikiranku saja
Bolehkah ku bertanya padamu,,
Bisakah kau sempurnakan sajak ini untukku??
Minggu, 18 Januari 2015
Sebiru Hari ini
Yang kusadari hanyalah isi hatiku sebiru hari ini.
Namun sayang,
Langit biru itu telah terusik oleh awan pekat kelabu
Yang datangnya selalu bergerombol dan mengusik cantiknya langit biru
Hari ini pula,
Kuputuskan untuk menutup semua lembaran kelam itu
Lembaran kelam yang mengusikku hidupku
Entah, sekelam lembaran itu mengendap dalam diriku
Hari ini juga,
Kuputuskan hujan turun
Menyirami segumpal endapan kelam diriku ini
Entah, akankah hilang atau malah lebih mengendap lagi..
Ku tak tahu, yang pasti Hujan kan turun di diri ini
Dan Hari ini,
Kabar baik itu telah cukup membantuku
Mengenyahkanmu dari segala inci pikiranku
Kabar baik itu kuharapkan
Menghapuskan setiap jejak kelam yang kau tinggalkan
Entah, butuh berapa banyak air hujan untuk melenyapkanmu
Hingga tuntas tak bersisa
Di Hari ini,
Kuikhlaskan semua tentangmu
Enyah tak berbekas di diri ini
Dan kumulai lagi, membuka lembaran baru hidupku
Tanpamu, jejak kelam yang selalu menghantuiku
Entah, berapa banyak waktu yang akan kubunuh untuk mengenyahkan segala tentangmu
Hari ini akan jadi bersejarah bagiku,,
Karna ku telah mendapatkan kabar baik itu..
Dan menuntaskan semua jejak kelam itu
Jadi, akan selalu kuingat
Tanggal dan tahun serta kota tempatku berada saat ini
Malang, 19 januari 2015
Minggu, 11 Januari 2015
PK
Hi guys, kali ini aku bakalan ngeshare pilem yang bagus banget. Mungkin ada yang sudah lihat dan ada yang belum, buat yang sudah lihat saling comment yuk biar banyak yang liat pilem ini :D.
Pilem yang dibintangi oleh Aamir Khan dan Anushka Sharma ini terbilang sangat unik. Pasalnya pilem ini bercerita tentang seorang alien yang terperangkap di bumi karena remote controlnya dicuri. Aamir khan yang memerankan sosok seorang alien tersebut. Bercerita tentang fenomena-fenomena sosial yang terjadi, baik dari segi moral maupun agama. Sedikit kontroversial tapi pilem ini bener-bener keren guys, kalo kata aku sih TOP BGT. Pilem yang memuat batasan-batasan agama dan tradisi yang melekat di masyarakat India. Sempat menuai kontroversi dari pihak India, namun pilem ini tengah laris dan telah ditonton oleh banyak orang. Penasaran kan?? buruan tonton dan simpulkan sendiri guys!
Pilem ini menuntut kita untuk selalu berfikir terhadap fenomena sosial yang tengah terjadi di sekitar kita. Fenomena sosial yang ada dapat dijadikan renungan, apakah itu baik atau buruk bagi kita. Pilem ini mengajarkan kita untuk memeluk keyakinan kita dengan sungguh-sungguh bukan sekedar ikut-ikutan aja guys. Kita dituntut untuk mengkritisi nasihat-nasihat pemuka agama jika tidak ada sumber yang jelas. Janganlah kita mengkritisi nasihat-nasihat itu jika sumbernya sudah jelas. Ingat, pemuka agama juga manusia dan pernah berbuat salah. Jadi, kesimpulannya yakinilah setiap keyakinan yang kalian peluk itu dengan sepenuh hati, bukan taklid buta semata (ikut-ikutan tanpa dasar yang jelas). Keyakinan kita pada Tuhan YME akan selalu menumbuhkan harapan kita.
Dunia ini penuh dengan salah sambung yang kita ciptakan sendiri. Kita selalu mereka-reka semua dengan keyakinan kita sendiri, padahal yang terjadi belum tentu seperti itu. Agama bukan alasan kita untuk tidak mau membantu sesama. Walaupun agama kita berbeda, kita tetap sama di mata Tuhan.
Dalam pilem ini, Peekay (PK) berpesan "Percayalah selalu pada Tuhan yang menciptakan kita semua, dan Musnahkanlah tuhan-tuhan yang kita ciptakan."
Link Download : http://mylinkgen.com/p/MzAzNjU
Subtitlenya download di subscene ya..
Senin, 05 Januari 2015
Resolusi baru di tahun baru
Hi Guys, kira-kira apa nih resolusi kamu di awal tahun ini, pasti banyak deh. Ada yang bilang, resolusi di tahun selanjutnya adalah melanjutkan yang belum tercapai di tahun-tahun sebelumnya. Sebenernya kenapa sih belum tercapai? mungkin kita belum memperjuangkannya semaksimal mungkin guys. Resolusiku sendiri sama sih kaya kalimat di atas itu, masih banyak impian-impian yang belum tercapai dan malah belum terwujud sama sekali. Terlalu banyak agenda impian yang terlewat tanpa kepastian. Mungkin akan menjadi pembenaran bagi kita jika banyak impian yang belum tercapai, dengan selalu menyalahkan waktu. Entah ada yang berucap belum sempetlah, sibuklah, banyak kerjaanlah, sampai semua impian itu cuman jadi sekedar impian aja.
Mungkin yang harus kita lakukan saat ini, adalah muhasabah ato kata kerennya intropeksi diri. Yaah mungkin memang harus instropeksi diri dan juga mengevaluasi lagi resolusi-resolusi kita itu. Kita harus mempertimbangkan kembali, menghitung kembali semua kemungkinan-kemungkinan yang ada, hingga mungkin harus mencoret-coret banyak impian yang tidak penting lagi. Tahun baru bukanlah akhir dari seluruh resolusi-resolusi di tahun kemarin. Tahun baru adalah awal bagi kita untuk menyambut resolusi-resolusi kemarin. Ingat, Allah SWT memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Seperti pepatah, Manusia hanya bisa merencanakan Tuhanlah yang memutuskan. So, yang harus kita buktikan dalam pergantian tahun hanyalah tercapainya resolusi-resolusi besar dalam tahun sebelumnya. Semoga, tahun baru mendatangkan rezeki baru bagi kita yang dengan begitu, semua impian/resolusi kita dapat terwujud semua, Aamiin.
Banyak impian terkadang banyak pula rintangannya. Jangan kira, hidup kita akan selancar yang kita bayangkan. Kata yang harus kita pegang untuk mewujudkan impian-impian itu adalah "never give up" ato bahasa gaolnya jangan nyerah men. Ungkapan jangan menyerah ini sangat ampuh untuk membantu kita mewujudkan semua mimpi-mimpi kita. Contohnya dapat kita lihat dari tujuan utama Ryan d'massiv yang menciptakan lagu ini untuk memotivasi mereka yang mengidap penyakit berat. Dan nyatanya lagu ini mampu menginspirasi banyak orang lainnya untuk selalu berjuang dan jangan mudah menyerah. Bagaimana dengan kalian? apakah kita harus kalah dengan mereka yang sakit? Bahkan mereka yang sakitpun berusaha sekuat tenaga untuk selalu berjuang. Maka, kita yang sehatpun harus BISA dan selalu berjuang mewujudkannya.
*Tulisan ini juga dipakai untuk memotivasi penulis
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)


