Cari Blog Ini

Selasa, 17 Februari 2015

Malaikat Pelindungku


Ayah
Seorang manusia yang dikirimkan tuhan padaku
Begitu juga Bunda..

Ayah,,
Dalam diammu kau menyayangiku
Dalam diammu kau sungguh-sungguh menyayangiku
Dan dalam diammu, kau menangis untukku

Ayah,,
Tak banyak hal yang kita bicarakan bersama
Tak banyak interaksi yang kita lakukan
Hanya sebatas kalimat apa kabar,
Hingga membuat interaksi yang kita buat terasa canggung..

Ayah,,
Ingin kumulai untuk berbincang denganmu
Ingin kumulai berdebat denganmu tentang segala hal
Ingin bisa ku bermanja-manja denganmu
Kita bersama namun terkungkung dalam sekat ini


Ayah,,
Ingin kumenangis didepanmu
Ingin ku dipeluk olehmu
Ingin ku bersama denganmu selamanya

Ayah,,
Maafkan aku..
Aku hanyalah putrimu yang selalu canggung
Canggung saat akan berbicara dan melakukan semua hal denganmu
Diamku padamu bukan karna ku marah padamu..
Diamku itu isyarat sayangku padamu ayah
Tak seperti pada Bunda,,
Yang dengan gampangnya kuucapkan kalimat-kalimat sayang padanya
Akupun sayang padamu Ayah
Hanya tak sanggup bila kuucapkan melalui kata-kata

Aku tahu Ayah..
Dirimu selalu menungguku..
Selalu mendukungku saat semua orang acuh padaku
Aku tahu Ayah,,
Kau menyayangiku walaupun tak pernah kau ucapkan
Sorot matamu selalu mengatakan itu
Namun aku tahu Ayah
Bagimu kebahagiaanku itu yang terpenting
Bagimu tawaku itu yang utama
Tak ingin kau melihat diriku bersedih
Hingga kau berusaha mewujudkan segala yang kuinginkan

Ayah,,
Ingin sekali kau kupeluk
Dan kubisikkan
“Aku sayang Ayah”…

“Aku bangga memiliki Ayah sepertimu”



*dituliskan seorang anak gadis yang canggung ketika berinteraksi dengan ayahnya. Hanya lewat jalinan kata-kata ini dia berusaha mengungkapkan kasih sayangnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar