Berjuang, satu kata yang sering kita ucapkan dalam setiap kondisi keadaan yang tengah dialami oleh kita. Sejatinya, berjuang berasal dari kata dasar juang yang berarti berusaha sekuat tenaga dalam mencapai sesuatu (KBBI). Hidup ini bagaikan perjuangan kita menuju Sang Maha Pencipta. Tahukah kalian, bahwasanya hidup kita dipenuhhi dengan berbagai perjuangan. Dimulai dari sebelum kita terlahir di dunia ini, kita merupakan hasil perjuangan dari Ayah dan Ibu kita. Setelah kita lahir, kita berjuang untuk melakukan berbagai gerakan dasar manusia, seperti merangkak, tengkurap, berjalan, menangis, dan tertawa. Tidak hanya itu kawan, setelah kita berusia balita, orang tua kita mulai mendaftarkan diri kita pada sekolah-sekolah yang ada. Hal itu berlanjut sampai kita dewasa nantinya. Dan tanpa terasa, kita telah belajar berjuang selama ini.
Namun, perjuangan yang terasa berat akan kalian temui dalam kehidupan remaja. Remaja, identik dengan kondisi psikologisnya yang labil, ingin mencoba berbagai hal tanpa perlu tahu dampak bagi dirinya. Dan lagi lagi itu adalah perjuangan kita dalam menaklukan dunia. Banyak sekali hal yang ingin diketahui remaja, ditambah perkembangan media yang ada membuat mereka semakin ingin mencoba berbagai hal baru itu. Yah, tak bisa sepenuhnya disalahkan jika banyak remaja yang lebih menuruti keingintahuannya. Mungkin, tak salah jika mereka ingin melakukannya, karena di negara kita identik dengan kesetiakawanan. Ingin rasanya tertawa lepas mendengar kata setia kawan yang diucapkan para remaja itu. Tahukah mereka arti kata itu, saya rasa tidak. Mereka hanya mengartikannya sebatas harus melakukan setiap kegiatan dengan bersama-sama, bahagia bersama, sedih bersama dan semua hal baru bersama-sama. Selama dalam batas aturan, maka itu tidaklah salah. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya, bisa kalian perhatikan lingkungan kalian saat ini. Oleh sebab itu, remaja harus berjuang menyelaraskan keinginannya didampingi dengan pengetahuan agama yang cukup. Dikatakan berhasil jika ia mampu membentengi dirinya dari berbagai hal yang sia2.
Hidup ini tak ada yang gratis, kawan. Semua butuh biaya, oleh sebab itu kita harus berjuang mendapatkannya. Entah berjuang dengan bekerja atau melakukan hal-hal lainnya yang dianggap bisa mewujudkan keinginannya itu. Pasti banyak dari kalian yang suka dengan berbagai hal yang berembel-embel "Gratis", sayapun juga demikian. Namun, tidak semua hal benar-benar gratis di dunia ini, hanya udara saja yang gratis. Bisa kita bayangkan, jika udara saja perlu bayar maka sudah habislah seluruh yang kita punya hanya untuk membeli udara itu. Bersyukurlah kita yang masih menghirup udara itu sampai saat ini. Kembali lagi dengan kata gratis, tepatnya hari ini di kota yang saya huni yaitu Malang ada Grand opening sebuah cafe PBS (saya singkat saja yaa). Singkat cerita, kafe itu menawarkan bagi-bagi gratis 1000 menu andalan mereka. Seperti halnya tadi, barang gratis pasti akan diminati entah itu kalangan muda atau tua, dan saya salah satu korban gratisan itu. Sayapun datang dan ingin membuktikan apakah benar itu gratis. Huft, cafe itu sudah penuh sesak dengan peminat gratisan, termasuk saya (hehehe). Setelah mengambil nomer antrian, ternyata acara bagi-bagi itu belum dimulai dan akan dimulai setelah solat dzuhur. Berhubung ada kesibukan yang lain, akhirnya saya tinggalkan cafe itu. Ternyata, setelah sekian jam ada postingan baru di grup FB yang kuikuti, disitu dijelaskan bahwa menu itu tidak gratis melainkan harus membeli dulu 2 item menu lainnya dan mendapatkan menu andalan gratis itu. Akhirnya terkuak juga seperti apa aslinya (untung ga jadi korbannya). Yah, jika disimpulkan bahwa tidak ada yang gratis didunia ini, semua butuh perjuangan. So, untuk yang masih hidup, berjuanglah selalu. Jangan lekas menyerah, karena jika kamu menyerah, maka kamu kalah. Berjuang atau tidak, its ur choice
Tidak ada komentar:
Posting Komentar